JAGOSATU.COM - Baru-baru ini, dilakukan penelitian di Istana Cortés di Cuernavaca, Meksiko, yang mengungkap kesalahan sejarah terkait identitas kerangka yang dipamerkan di situs tersebut.
Awalnya, kerangka tersebut diyakini sebagai sisa-sisa seorang biarawan Spanyol, namun setelah penelitian lebih lanjut, ternyata kerangka itu adalah milik seorang wanita pribumi Tlahuica dari suku Aztec.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sejak awal, pemahaman tentang kerangka tersebut telah salah, dan perubahan tersebut menyoroti pentingnya merevaluasi keyakinan sejarah yang sudah mapan.
Analisis kerangka menunjukkan bahwa wanita itu berusia antara 30 hingga 40 tahun pada saat kematiannya. Fitur-fitur tulang belulangnya menunjukkan tanda-tanda adat istiadat pribumi, menunjukkan bahwa pemakaman itu dilakukan secara ritualistik, mungkin sebagai bagian dari serangkaian peristiwa seperti korban, pada masa invasi Spanyol antara 1500 dan 1521.
Meskipun menghadapi tantangan karena kerusakan akibat gempa bumi tahun 2017, tim peneliti masih berharap dapat melakukan lebih banyak studi untuk memahami lebih lanjut tentang kerangka tersebut dan sejarah kompleks yang terkait dengannya.
Pemakaman wanita Tlahuica ini memiliki makna khusus karena hubungannya dengan Istana Cortés yang dibangun oleh Spanyol di atas reruntuhan kota Aztec Cuauhnáhuac. Pemakaman itu kini diakui dengan plakat baru sebagai pemakaman seorang "Wanita Tlahuica," yang memperkuat pengingat tentang sejarah yang kaya dan kompleks di situs tersebut.
Kesimpulannya, penelitian ini tidak hanya mengubah pandangan tentang identitas kerangka, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya terus melakukan evaluasi ulang terhadap pemahaman sejarah yang sudah ada. (***)