JAGOSATU.COM - Ketika memikirkan tentang kota yang hilang, seringkali imajinasi kita tertuju pada kisah legendaris tentang Atlantis. Legenda kota ini yang ditelan oleh lautan telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak peneliti dan pencari petualang.
Namun, cerita Atlantis hanya merupakan salah satu dari banyak legenda tentang kota yang hilang. Sejumlah budaya juga memiliki cerita-cerita serupa tentang kota-kota yang tenggelam atau terkubur di bawah lapisan tanah dan vegetasi yang lebat.
Baca Juga: Mengungkap Keajaiban Zaman Purba di Tanah Air Indonesia
Di tanah Meksiko, terdapat cerita tentang Estlan, sebuah kota legendaris yang diyakini sebagai tanah air asli suku Aztek.
Meskipun ada sedikit bukti tentang keberadaannya, legenda tentang Estlan terus menjadi topik penelitian dan spekulasi di kalangan sejarawan dan arkeolog. Pencarian akan jejak fisik Estlan telah dilakukan di wilayah Meksiko Barat, namun, hingga saat ini, belum ada penemuan yang dapat memastikan keberadaannya.
Di Cornwall, Inggris, cerita tentang Lionis, kota yang lenyap di bawah laut, masih hidup dalam legenda dan mitos setempat.
Kisah tentang Lionis seringkali diceritakan sebagai kota yang luas dengan ratusan desa dan gereja. Namun, pada tanggal 11 November 1099, Lionis dikabarkan tenggelam tiba-tiba, menelan seluruh penduduk dan hewan di wilayah itu.
Meskipun ada variasi dalam cerita, beberapa bukti sejarah menunjukkan bahwa daerah yang dulunya menjadi permukiman manusia di atas tanah mungkin kini terletak di bawah permukaan laut.
Eldorado, kota emas legendaris, telah menarik perhatian para pencari petualang dan sejarawan selama berabad-abad. Legenda tentang Eldorado berasal dari cerita suku Muisca di Kolombia, yang melibatkan ritual di Danau Guatavita dengan emas dan harta benda lainnya.
Baca Juga: Mengungkap Misteri Candi Sukuh, Simbolisme dan Kecantikan Arsitektur
Meskipun telah dilakukan upaya untuk menemukan harta karun yang tersembunyi di dalam danau tersebut, seperti oleh para penjelajah Spanyol pada abad ke-16, upaya-upaya itu selalu gagal.
Hingga saat ini, danau tersebut tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan, dianggap sebagai kawasan lindung oleh pemerintah Kolombia sejak tahun 1965. (***)
Editor : Alfianne Lumantow