Harisanto Pasa dan Richard Mamuntu Sepakat Berdamai

Herry Lengkong • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:10 WIB
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho SIK MH berhasil memediasi pihak yang bertikai. (Foto: Dokumen Istimewa)
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho SIK MH berhasil memediasi pihak yang bertikai. (Foto: Dokumen Istimewa)

 

JAGOSATU.COM - Konflik yang dinilai bisa berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar, akhirnya bisa diredam melalui jalan damai.

Pasalnya, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho SIK MH, berhasil mempertemukan Harisanto Pasa atau yang akrab disapa Kep Anto selaku Ketua Forsa Warkop Bitung serta Richard Mamuntu selaku Ketua Ormas Adat Esa Keter dan Mario Mamuntu selaku Ketua Ormas Brigade Nusa Utara, yang diketahui sempat bersitegang akibat salah paham.

Dalam dialog tersebut, masing-masing pihak menunjukkan kebesaran hati. Hasisanto Pasa, Richard Mamuntu dan Mario Mamuntu sepakat saling memaafkan dan mengakhiri kesalahpahaman yang terjadi.

Menurut Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho perdamaian tidak berarti mengabaikan persoalan, tetapi menunjukkan kedewasaan dalam menyelesaikan setiap perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah.

"Kita duduk bersama bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Kita ingin mencari jalan terbaik agar kesalahpahaman yang ada tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Yang harus kita jaga adalah persaudaraan dan keamanan Kota Bitung," ujar Kapolres.

Dia mengapresiasi kebesaran hati seluruh pihak yang bersedia membuka diri untuk berdialog dan saling memaafkan.

"Saya sangat mengapresiasi kebesaran hati semua pihak. Hari ini kita menunjukkan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi, dengan kepala dingin dan dengan hati yang terbuka. Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk kembali memperkuat persaudaraan," ucapnya.

Kapolres mengingatkan bahwa keamanan dan ketenteraman Kota Bitung bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan seluruh warga untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi dan jangan membiarkan persoalan kecil menjadi besar," katanya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus membangun komunikasi dan saling membantu dalam menjaga situasi kamtibmas.

"Kalau ada persoalan, mari datang dan kita bicarakan bersama. Polres Bitung selalu terbuka. Kita ingin menjadi bagian dari solusi, bukan menambah persoalan. Mari kita saling menghormati, saling membantu dan menjaga Kota Bitung bersama-sama," pungkasnya.

Sisi lain, Kep Anto menegaskan bahwa kesalahpahaman yang terjadi beberapa hari sebelumnya telah dibicarakan melalui mediasi dan disepakati untuk diselesaikan secara baik-baik.

"Untuk malam hari ini saya mau sampaikan jelas bahwa kami sudah bersepakat. Dengan kejadian kemarin, kami menyatakan sudah tidak ada lagi masalah," ujar Anto.

Menurut Anto, persoalan tersebut berawal dari kesalahpahaman dan tidak perlu kembali diperpanjang. Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun narasi yang berkembang di media sosial.

"Saya mendapat informasi bahwa di media sosial persoalan ini sudah sangat panas. Karena itu saya mengambil inisiatif untuk melakukan mediasi supaya permasalahan ini benar-benar clear," katanya.

Anto menegaskan, sejak awal dirinya tidak ingin menggunakan posisinya sebagai Ketua Forsa Warkop untuk membawa persoalan tersebut ke ranah yang lebih luas. Karena itu, ia meminta seluruh anggota dan rekan-rekan Forsa Warkop yang hadir agar menyampaikan kepada anggota lainnya bahwa persoalan tersebut telah selesai.

"Tolong disampaikan kepada mereka bahwa hal ini sudah selesai. Tidak perlu dipanjangkan lagi. Mulai besok kita kembali bekerja dan menjalani kehidupan seperti biasa," tegasnya.

Anto juga mengingatkan anggota Forsa Warkop agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, terutama melalui media sosial.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan menyikapi setiap informasi yang beredar.

"Saya belajar dari persoalan ini bahwa ke depan saya akan lebih hati-hati. Jangan sampai anak-anak terprovokasi, apalagi sekarang semua informasi cepat sekali beredar di media sosial," tandasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan Forsa Warkop yang selama ini memberikan dukungan. Namun, Anto menegaskan dukungan tersebut tidak boleh diarahkan pada tindakan yang justru memperpanjang persoalan.

"Saya mohon maaf kalau keputusan saya ada yang kurang nyaman. Tetapi ini keputusan saya secara pribadi dan sebagai Ketua Forsa Warkop. Untuk saat ini saya menyatakan bahwa persoalan yang terjadi sudah diselesaikan," tuturnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada unsur keamanan dan pihak-pihak terkait yang telah membantu menjaga situasi sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Editor : Herry Lengkong
AKBP Arie Sulistyo Nugroho SIK MH Harisanto Pasa Forsa Warkop Bitung damai Kapolres Bitung