JAGOSATU.COM - Dana komite sekolah yang bersumber dari partisipasi orang tua murid di SMK Negeri 2 Bitung dipertanyakan. Pasalnya anggaran yang bakal digunakan untuk pembayaran gaji guru honorer, hingga saat ini belum tidak jelas pelaporannya.
Menurut informasi yang diperoleh, dana komite sekolah hasil dari partisipasi orang tua, telah disetor ke pihak oknum Bendahara Komite, yang salah satunya guna pembiayaan pembayaran gaji guru honorer. Tapi anehnya, para guru honorer masih meminta gaji ke pihak kepala sekolah.
"Dana komite sudah diserahkan ke oknum Bendahara, untuk keperluan pembayaran gaji guru honor. Tapi belakangan, para guru honor meminta gaji ke Kepsek," ungkap sumber resmi yang enggan menyebutkan nama.
Seperti diketahui, tenaga guru honor yang dibiayai dana komite di SMK Negeri 2 Bitung ada sebanyak 15 orang. Dan digaji sebesar Rp2 juta per orang per bulan.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Bitung Meryati Taengetan S.Pd MAP Ketika dikonfirmasi mengakui kalau gaji guru honor belum terbayarkan karena memang sudah tidak ada anggaran.
"Untuk gaji honor diambil dari dana komite sekolah, hasil dari partisipasi orang tua murid. Dan saat ini tidak ada lagi anggaran," kata Meryati Taengetan yang akrab disapa Ella.
Lebih jauh jelaskan, dana komite belum cukup untuk melakukan pembayaran gaji. Karena menurut guru wali kelas, masih banyak orang tua yang belum memberikan dana komite sesuai kesepakatan.
"Kami juga tidak bisa memaksakan agar orang tua murid segera membayar dana komite, sebab itu hanya bersifat partisipasi yang nilainya sesuai kemampuan orang tua," jelas Ella.
Dengan kondisi seperti ini, Ella berencana akan memberhentikan para tenaga guru honor, mengingat tidak ada alokasi anggaran untuk membayar gaji, selain tambahan dari dana komite.
"Jika keadaan seperti ini, akan lebih baik ke depan tidak lagi mengakomodir guru honor," katanya sembari menambahkan, meski harus mengorbankan sejumlah mata pelajaran yang diberikan para guru honor.
"Efeknya ada mata pelajaran yang hilang, karena kami juga di SMK Negeri 2 Bitung kekurangan guru," tambahnya.
Ia juga mengaku kalau hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan keuangan terkait dana komite dari oknum Bendahara.
"Sudah pernah diminta pelaporannya, tapi belum juga diberikan. Memang sudah hampir 1 tahun ini, Bendahara komite belum memberikan kaporan keuangan komite kepada saya," tandasnya.