Penyaluran Banpan Beras Pemerintah Berlanjut Hingga Desember 2026

Herry Lengkong • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 08:30 WIB
Proses penyaluran Banpan Beras di Kota Bitung. (Foto: Herry Lengkong)
Proses penyaluran Banpan Beras di Kota Bitung. (Foto: Herry Lengkong)

 

JAGOSATU.COM - Pemerintah melalui Perum Bulog memastikan Bantuan Pangan (Banpan) beras yang penyalurannya sedang berlangsung, akan berlanjut hingga akhir tahun, Desember 2026. Hal ini disampaikan Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sulut dan Gorontalo, Moh Junaedy, saat mendampingi Anggota Komisi VI DPR RI Dr. (HC) Christiany Eugenia Paruntu (CEP) saat turun langsung mengawasi penyaluran Banpan pemerintah di Kota Bitung, Senin (28/09/2026).

Menurut Junaedy, bahwa penyaluran bantuan pangan di Kota Bitung dilakukan berdasarkan data Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang telah ditetapkan pemerintah berjumlah 21.146 keluarga, dengan total alokasi beras untuk tiga bulan mencapai 634.380 kilogram atau lebih dari 634 ton.

"Alokasi penyaluran yaitu bulan Juli, Agustus, dan September, dengan jumlah PBP sebanyak 21.146 penerima di Kota Bitung, atau mencapai 634.380 kilogram. Dan untuk setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan, sehingga dalam tiga bulan masyarakat akan menerima 30 kilogram beras sekaligus," ungkap Junaedy.

Dikatakan Junaedy, beras yang disalurkan berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah melalui proses pemeriksaan mutu sebelum disalurkan.

"Dapat kami pastikan bahwa beras yang keluar dari gudang Bulog telah memenuhi standar kualitas. Sebab sebelum disalurkan, beras diperiksa kondisinya apa dalam keadaan bersih, tidak berkutu dan tidak berbau, serta layak dikonsumsi masyarakat," katanya.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VI DPR RI Dr. (HC) Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menegaskan, akan terus melakukan pengawasan terhadap program bantuan beras yang disalurkan melalui Perum Bulog, memastikan beras yang diterima masyarakat layak konsumsi dan tepat sasaran.

"Pengawasan terhadap penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari fungsi DPR RI, khususnya Komisi VI yang membidangi pengawasan terhadap BUMN, termasuk Perum Bulog," tegasnya.

CEP juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah khususnya Presiden Prabowo yang telah memperpanjang penyaluran bantuan hingga Desember 2026.

"Tentu ini patut diapresiasi serta ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah memperpanjang bantuan pangan beras kepada masyarakat hingga Desember," ucapnya.

CEP yang didampingi Anggota DPRD Provinsi Sulut dari Fraksi Partai Golkar Cindy Wurangian, Anggota DPRD Kota Bitung Cherry Irene Mamesah dan Melia Andriani Moesrin, menyatakan bantuan pangan ini bukti kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

"Saya akan memastikan sendiri bahwa beras yang diterima masyarakat benar-benar berkualitas, bersih, dan layak dikonsumsi, serta benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Memang rencana akan diperpanjang penyaluran banpan hingga Desember 2026, disebutkan CEP, telah dibahas dalam rapat kerja antara Komisi VI DPR RI bersama pemerintah pusat dan Perum bulog, yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

"Keputusan ini menjadi kabar baik bagi jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara," tandasnya.

Editor : Herry Lengkong
Christiany Eugenia Paruntu Bulog beras bantuan pangan CEP