JAGOSATU.COM - Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow membuat langkah politik cerdik di penghujung masa baktinya. YSM, singkatan namanya, yang akan mengakhir masa tugas sebagai Bupati pada 22 Mei 2022 mendatang, melakukan manuver cantik dengan menggaet Bupati Guhanga (Mantan Bupati) Ny Hj Marlina Moha Siahaan (MMS).
Tidak main-main. Butet, sapaan lain MMS, diplot sebagai Koordinator Staf Khusus Bupati dan Wakil Bupati. Posisi yang akan selalu bersentuhan dengan orang nomor satu di Bolmong. Meski belakangan para bupati dan wali kota terpilih 2020 silam, merekrut hingga puluhan Stafsus, yang membuat posisi itu dianggap bagi-bagi jatah job untuk tim sukses, hadirnya MMS di samping YSM menarik diikuti.
Sebab, semenjak empat bulan terakhir, sohib kental YSM, yaitu Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, sudah tak pernah tampak lagi bersama. Keduanya praktis tak lagi muncul bareng di publik. Itulah sebabnya, kehadiran MMS di samping YSM dinilai sebagai nilai plus menuju Pemilu 2024. Baik untuk Pilpres, Pileg dan Pilkada.
‘’Kalau saya, melihat YSM dan MMS bergandeng tangan, itu positif. Siapa tahu keduanya membahas bagaimana meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Misalnya, bidang Kesehatan, Pendidikan, ekonomi dan lainnya. Itu baru hebat,’’ nilai Dr Ridwan Lasabuda.
Mner Iwan, panggilannya, menilai kehadiran MMS di samping YSM, apalagi selaku Koordinator Stafsus merupakan Langkah politik yang luar biasa. ‘’Asal tidak melulu membicarakan siapa yang mau 01 dan siapa 02 di 2024,’’ kelakar Dosen Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan Ilmu Kalautan tersebut.
Ia mengaku bukan hal aneh jika keduanya lantas akan lebih banyak membahas masalah politik untuk hajatan ke depan. Tapi, ia juga percaya, politisi sekelas MMS dan YSM akan menciptakan harmoni antar stakeholder utama. Yakni, Birokrat/Politisi, Akademisi, Bisnisman dan Masyarakat. ‘’BMR butuh kebersamaan seperti itu. Apalagi MMS yang kita tahu bersama kiprahnya. Bukan sesuatu yang aneh jika YSM lantas menggaet MMS. Tapi, memang akan jadi perbincangan di kalangan politisi dan masyarakat. Apalagi selama ini keduanya dikenal memang berseberangan. Dan inilah politik. Minimal, YSM dan MMS menunjukkan ke publik bahwa, tidak ada musuh abadi dan tak ada teman abadi dalam politik. Politik itu elastis dan dinamis,’’ urai Mner Iwan.
Mengenai isu keretakkan YSM dan TB, Iwan Lasabuda enggan menanggapi. ‘’Tidak baik di mata publik. Tapi, saya kurang tertarik menyoroti itu. Saya lebih suka melihat kehadiran MMS ada nilai tambah buat Bolmong dan BMR. Meskipun sudah di ujung masa pengabdian YSM,’’ tukasnya.
YSM sendiri saat dikonfirmasi belum menjawab pesan WhatsApp. Begitu pun TB, hingga berita ini turun, tidak ada tanda-tanda nomor henponnya aktif. Bila YSM sudah centang dua, TB cuma centang satu.
Soal pengangkatan dirinya sebagai Koordinator Stafsus Bupati, Mama Didi, sapaan akrab MMS, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bolmong, karena telah memberi kepercayaan besar kepadanya.
“Terima kasih atas tugas dan amanah yang dipercayakan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow. Buat adik-adik wartawan, mohon doanya ya?,” kata MMS, Bupati Bolmong periode 2001-2006 dan 2006-2011.
YSM mengangkat MMS sebagai orang dekatnya sejak 1 Okrober 2021. Akan tetapi, Ibunda dari politisi Aditya Anugerah ‘Didi’ Moha, biasa disapa ADM, itu baru mulai ngantor pada Senin15 November 2021, kemarin.
MMS langsung menyalami pejabat yang bersua dengannya ketika tiba di Kantor Bupati di Lolak. ‘’SK-nya per 1 Oktober 2021,” kata Bupati YSM kepada wartawan.
Tugas dari stafsus ialah memberi telaah kepada Bupati dan Wakil Bupati.
Menurut YSM, ide, saran serta pertimbangan dari MMS sangat dibutuhkan jajaran Pemkab Bolmong. Sebagai Bupati Bolmong dua periode, MMS memiliki pengalaman mumpuni di bidang pemerintahan, kemasyarakatan dan sosial.
Kenapa ia memilih MMS, menurut YSM itu salah satu bentuk penghargaannya kepada Bupati Guhanga yang dikenal sebagai pencetus mekarnya BMR menjadi empat kabupaten dan satu kota. “Kami butuh Bunda MMS. Saya meminta beliau untuk membantu Bolmong sebab Bunda MMS punya jasa yang tidak kecil untuk daerah ini,’’ tuturnya.
Selain MMS, Bupati YSM juga mengangkat Salihi Mokodongan, sebagai Stafsus. Mantan Bupati periode 2012-2017 itu di-SK-kan pada 1 November 2021. ‘’Stafsus saya cuma mantan pejabat Pemkab semua. Tidak ada politisi,’’ ucap YSM. (MPD)