Kampung Adat Monibi 15 Tahun Belum Miliki Akses Jalan Layak, Ini Respon Limi Mokodompit

Administrator • Dipublikasikan Kamis, 2 Juni 2022 | 11:22 WIB
Jembatan menuju Desa Mengkang yang sudah ambruk sejak 2 tahun silam belum juga di perbaiki.
Jembatan menuju Desa Mengkang yang sudah ambruk sejak 2 tahun silam belum juga di perbaiki.

JAGOSATU.COM - Miris! Kampung Adat Monibi di Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sejak dijadikan desa definitif pada 2007 silam sampai hari ini sudah 15 tahun berselang belum memiliki akses jalan yang layak.

Desa yang menyimpan banyak keindahan alam dan memiliki ragam adat dan budaya yang masih terjaga ini sering dikunjungi tamu mancanegara. Tercatat 20 wisatawan asing dari Amerika, Australia, dan Rusia pernah berkunjung ke kampung adat ini.

Kepada manadopost.id, Ketua Lembaga Adat Desa Mengkang, Tae Kunsi, saat bersua di Desa Mengkang, Rabu (1/6/22) menuturkan permintaannya kepada Pejabat Bupati Bolaang Mongondow Ir Limi Mokodompit agar dapat memperhatikan masyarakat Desa Mengkang yang terhitung sudah 15 tahun tidak pernah merasakan akses jalan yang layak.

"Kepada Bupati Bolmong Bapak Limi Mokodompit saya meminta selaku lembaga adat Desa Mengkang agar bisa membantu masyarakat Desa Mengkang dengan membangun akses jalan yang sampai hari ini rusak parah. Inilah harapan masyarakat desa Mengkang, semoga Bapak Bupati dapat membantu kami," pinta Kunsi.

Dari pantauan langsung manadopost.id, akses jalan yang kurang lebih sekitar 7 kilo meter dari jalan induk Desa Mopusi nampak sangat memprihatikan.

Selain badan jalanya sudah hancur, juga bebatuan kerikil berhamburan di tengah jalan. Selain itu terdapat jembatan yang sudah roboh dan tak bisa difungsikan lagi. Hal ini berdampak jika terjadi hujan deras, maka Desa Mengkang akang terisolasi sementara. Karena jalan tak bisa lagi di lalui saat air sungai naik dan tidak ada jembatan.

Ir Limi Mokodompit MM saat dikonfirmasi Rabu (1/6/22) mengatakan, dirinya akan menangani persoalan tersebut pekan depan. Dengan membicarakan secara khusus dirapat forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bolmong.

"Baik nanti rapat SKPD minggu depan bapak akan bicarakan dalam forum OPD," tegas Mokodompit.

Tak hanya itu, sebagai Pejabat Bupati Bolaang Mongondow, Mokodompit menyatakan dirinya bersedia menampung keluhan masyarakatnya dan mencari solusi atas setiap persoalan bersama forum OPD.

"Semua keluhan, masukan bapak akan tampung dan akan bicarakan bersama forum OPD. Untuk itu beri bapak kesempatan untuk mengkoordinasikan," ungkapnya.

Sekedar diketahui, Desa Mengkang ini dikenal sebagai Desa Adat Monibi karena budaya dan adat suku Mongondow masih sangat kental. Hal itu ditandai dengan adanya bangunan berupa rumah adat khas Mongondow yang dijadikan museum untuk menyimpan ratusan alat-alat kuno, adat dan budaya Bolaang Mongondow.

Monibi sendiri berasal dari bahasa Mongondow Tua yang berarti pengobatan. Ritual adat Monibi ini biasanya dilaksanakan pada awal tahun. Dalam ritual itu sendiri masyarakat akan berkumpul di rumah Kepala Desa (Sangadi) dengan dipimpin pemuka adat yang akan memanjatkan doa kepada pencipta agar terhindar dari segala macam penyakit dan hama tanaman yang mengganggu hasil panen warga. (Buyung Potabuga/can)

Editor : Administrator
Desa Mengkang Limi Mokodompit