Pasca Galungan, 24 Pantai di Bali Berpotensi Banjir Rob, BMKG Mengungkap Penyebabnya.

Aryanti Sasamu • Dipublikasikan Rabu, 2 Agustus 2023 | 13:41 WIB
Ban motor listrik Swallow Voltrax dari PT Industri Karet Deli (IKD).
Ban motor listrik Swallow Voltrax dari PT Industri Karet Deli (IKD).

JAGOSATU.COM -  Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar telah memperkirakan adanya potensi banjir rob di empat kabupaten/kota di Bali.

Prakiraan tentang banjir rob ini akan terjadi beberapa hari setelah perayaan Galungan, yakni pada tanggal 4-5 Agustus 2023.

Koordinator Bidang Data BBMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wirajaya, menyatakan bahwa potensi banjir rob di Bali disebabkan oleh fase bulan purnama pada tanggal 1 Agustus 2023 yang bersamaan dengan perigee (jarak terdekat benda ke bumi) pada tanggal 2 Agustus 2023.

Hal ini menyebabkan ketinggian pasang air laut maksimum mengalami peningkatan.

"Berdasarkan pantauan water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di empat kabupaten/kota di Bali," ujar Wirajaya pada Senin (31/7).

Baca Juga: Pentingnya Ban Motor Listrik untuk Mendukung Dua Karakter Kunci.

Berikut adalah daftar perkiraan potensi terjadinya banjir rob di pesisir:

Kabupaten Tabanan:

Kabupaten Badung:

Kota Denpasar:

Kabupaten Gianyar:

Kabupaten Klungkung:

Kabupaten Karangasem:

Dari 24 pantai yang berpotensi, BBMKG menyatakan bahwa banjir rob dapat terjadi dalam waktu yang berbeda dan dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat di pesisir.

Aktivitas yang terdampak meliputi bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, tambak garam, dan perikanan darat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga guna mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut.

Baca Juga: Menemani Masa Tua dengan Bahagia, Belajar Bersama untuk Sebuah Perjalanan Istimewa.

Masyarakat juga diharapkan memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BBMKG Wilayah III Denpasar. Dapat menghubungi 0361 751122, kami operasional 24 jam, tambahnya.(jpg)

Editor : Aryanti Sasamu
banjir rob galungan Bali