JAGOSATU.COM – Cakupan Vaksinasi Hewan Penular Rabies di Bangli Mencapai 77,19 Persen, Dinas Pertanian Lakukan Penyesuaian Strategi.
Kabupaten Bangli di Bali melaporkan cakupan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) mencapai 77,19 persen, meskipun masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali yang sebesar 80 persen pada bulan Agustus ini.
Dari estimasi populasi hewan penular rabies sebanyak 59.346 ekor di Kabupaten Bangli, sekitar 45.934 ekor atau sekitar 77,19 persen sudah menjalani vaksinasi. Namun, sejumlah hewan masih belum divaksinasi.
Di sisi lain, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Bangli sekarang juga harus menjalankan vaksinasi sapi untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK), tetapi tetap memprioritaskan vaksinasi hewan penular rabies.
Sebagai respons, dinas setempat harus mengubah strategi vaksinasi HPR. Petugas tidak akan lagi melaksanakan vaksinasi HPR secara massal ke setiap banjar atau desa.
Pemilik hewan penular rabies, termasuk anjing, kucing, dan kera, diharapkan aktif dalam meminta vaksin di Puskeswan atau Dinas Pertanian.
Jika ada hewan penular rabies yang belum divaksinasi saat kami turun ke desa atau banjar, kami harapkan pemiliknya bersedia membawanya ke kantor Dinas PKP kabupaten untuk mendapatkan layanan vaksinasi, atau mereka bisa mendatangi Puskeswan di kecamatan masing-masing, ungkap I Wayan Sarma, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli pada Selasa, 22 Agustus 2023.
Langkah ini diambil karena keterbatasan petugas vaksinasi. Orang yang bertanggung jawab atas vaksinasi HPR juga bertanggung jawab atas vaksinasi sapi. Oleh karena itu, mereka tidak dapat melakukan vaksinasi HPR dan sapi secara bersamaan.
Sumber daya yang melakukan vaksinasi rabies juga yang melakukan vaksinasi PMK. Sementara vaksinasi PMK (untuk sapi) juga masih menjadi prioritas, tetap dengan target yang ditetapkan, jelaskan Sarma.
Dinas Pertanian akan meningkatkan upaya vaksinasi PMK mulai pekan ketiga Agustus ini. Namun, Sarma belum dapat memberikan rincian mengenai jumlah sapi yang sudah divaksinasi dan yang akan menjadi sasaran vaksinasi pada periode ini.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu