Jagosatu.com – Pasar saham di kawasan Asia kembali menunjukkan sinyal positif setelah beberapa minggu bergejolak.
Para investor mulai optimis bahwa ketegangan perdagangan global akan segera berakhir.
Menurut laporan Reuters, indeks saham Asia menguat di awal pekan karena dorongan sektor teknologi.
Saham-saham besar seperti TSMC, Samsung, dan Alibaba mengalami kenaikan signifikan.
Kenaikan ini terjadi setelah adanya kabar bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan melanjutkan pembicaraan dagang.
Selain itu, investor juga menanti laporan keuangan kuartal terakhir dari sejumlah perusahaan besar.
Baca Juga: Pemerintah Siap Gelontorkan Pinjaman Langsung ke Daerah dan BUMN, Proyek Nasional Dikebut!
Harapan bahwa hasilnya akan positif membuat suasana pasar menjadi lebih tenang.
Menurut analis pasar global, hal ini menjadi sinyal pemulihan setelah periode ketidakpastian panjang.
Beberapa investor mulai kembali ke aset berisiko seperti saham teknologi dan mata uang emerging market.
Pasar juga mendapat dukungan dari prospek pemangkasan suku bunga di beberapa negara Asia.
Bank sentral di Korea Selatan dan Jepang diperkirakan akan menurunkan suku bunga untuk menstimulasi ekonomi.
Menurut data pasar yang dirilis Reuters, indeks Nikkei Jepang naik 1,4%, sedangkan Kospi Korea Selatan menguat 0,9%.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga naik lebih dari 2% berkat penguatan sektor teknologi dan properti.
Investor global menilai bahwa pasar Asia kini lebih stabil dibandingkan beberapa bulan lalu.
Mereka percaya bahwa kombinasi kebijakan moneter longgar dan perbaikan hubungan dagang akan mempercepat pemulihan ekonomi.
Namun, analis tetap mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih bisa terjadi kapan saja.
Harga minyak dunia yang belum stabil dan ketegangan geopolitik tetap menjadi risiko.
Meski begitu, sentimen pasar kali ini lebih condong ke arah positif dibandingkan bulan sebelumnya.
Banyak yang percaya bahwa Asia akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan.
Optimisme inilah yang membuat perdagangan saham Asia kembali bergairah menjelang akhir Oktober.
(J)
Editor : ALengkongSumber : Reuters