Ekonomi Selandia Baru Goyang! Bank Sentral Peringatkan Risiko Keuangan Masih Tinggi

ALengkong • Dipublikasikan Rabu, 5 November 2025 | 07:29 WIB

Photo
Photo

Jagosatu.com - Situasi ekonomi di Selandia Baru kini sedang berada dalam masa penuh tantangan.

Bank Sentral Selandia Baru atau Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) baru saja merilis laporan stabilitas keuangan terbarunya.

Laporan ini memperingatkan bahwa risiko keuangan negara tersebut masih tinggi pada akhir 2025.

Menurut laporan tersebut, faktor utama penyebabnya adalah lemahnya ekonomi domestik dan ketidakpastian global.

RBNZ menyebut bahwa sektor perumahan dan bisnis masih belum sepenuhnya pulih setelah tekanan ekonomi beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Saham Asia Terbang Lagi! Optimisme AI dan Gencatan Dagang Bikin Pasar Bergairah!

Banyak rumah tangga di Selandia Baru masih berjuang menghadapi suku bunga tinggi dan inflasi yang menekan daya beli.

Selain itu, ekspor negara juga melambat akibat permintaan global yang belum stabil.

Gubernur RBNZ, Adrian Orr, mengatakan bahwa stabilitas keuangan tetap menjadi prioritas utama mereka.

Ia menegaskan bahwa kebijakan moneter yang ketat akan dipertahankan untuk mengendalikan inflasi.

Namun, kebijakan tersebut juga memiliki efek samping pada pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Dalam laporan Financial Stability Report edisi November 2025, RBNZ menyoroti meningkatnya tekanan di pasar perumahan.

Banyak pemilik rumah menghadapi kesulitan membayar cicilan akibat kenaikan suku bunga secara bertahap.

Selain itu, perusahaan kecil juga tertekan oleh biaya pinjaman yang tinggi dan turunnya permintaan.

RBNZ memperingatkan bahwa sektor perbankan harus tetap waspada terhadap risiko kredit macet.

Meski begitu, kondisi perbankan Selandia Baru secara umum masih tergolong kuat dan stabil.

Bank-bank besar memiliki cadangan modal yang cukup untuk menghadapi guncangan ekonomi.

RBNZ juga menyoroti pentingnya reformasi kebijakan ekonomi untuk meningkatkan produktivitas nasional.

Pemerintah diharapkan dapat memperkuat investasi sektor teknologi dan energi hijau.

Dengan langkah yang tepat, Selandia Baru diyakini bisa melewati masa sulit ini dengan baik.

RBNZ menutup laporannya dengan pesan tegas bahwa stabilitas ekonomi membutuhkan kerja sama semua pihak. (J)

Editor : ALengkong
Sumber : Reserve Bank of New Zealand
KeuanganGlobal EkonomiSelandiaBaru StabilitasKeuangan RBNZ Inflasi SukuBunga