Jagosatu.com – Selama bertahun-tahun, Finlandia dikenal dunia sebagai negara dengan sistem pendidikan yang inovatif, humanis, dan berhasil mencetak generasi unggul tanpa tekanan akademis berlebihan. Kini, filosofi pendidikan itu hadir di Indonesia melalui pembukaan sebuah preschool berbasis konsep pendidikan Finlandia di kawasan The Icon BSD, Tangerang.
Alih-alih menuntut anak-anak menguasai calistung sejak usia dini, pendekatan Finlandia menekankan “Learning with Joy”. Filosofi ini percaya bahwa fondasi akademik yang kuat justru lahir ketika anak belajar dengan gembira. Di sekolah ini, matematika tidak diajarkan lewat lembar kerja, tetapi melalui permainan balok. Sains tidak sekadar teori, melainkan kegiatan berkebun yang melibatkan interaksi dengan alam. Sementara bahasa Inggris hadir lewat lagu, permainan, dan cerita.
“Yang ingin kami tanamkan bukan sekadar kemampuan membaca usia 3 tahun, melainkan kecintaan belajar seumur hidup,” kata Arthalia Larsen, Co-founder & Academic Advisor sekolah Lillipods Preschool di BSD, Kota Tangerang Selatan. Ia menambahkan, meski anak-anak Finlandia baru belajar membaca di usia 7 tahun, kemampuan literasi mereka terbukti lebih unggul dibanding banyak negara yang memperkenalkan calistung lebih awal.
Hal menarik dari kehadiran preschool ini di Indonesia adalah kemampuannya menggabungkan nilai global dengan konteks lokal. “Kami tidak hanya membawa kurikulum Finlandia, tetapi juga memasukkan kearifan budaya Indonesia. Permainan tradisional dan cerita rakyat menjadi bagian dari proses belajar,” ujar Astrid Triandini, Principal sekolah yang berlokasi di BSD.
Pendekatan ini diaplikasikan ke dalam enam mata pelajaran esensial yang dirancang khusus untuk anak usia dini: bahasa, numerasi, sains dan lingkungan, seni dan budaya, pendidikan jasmani, serta keterampilan sosial-emosional. Dengan cara ini, anak tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga tumbuh percaya diri, mandiri, dan mampu berinteraksi dengan lingkungannya.
Selain kurikulumnya yang unik, sekolah ini juga merespons kebutuhan keluarga modern. Banyak orang tua di perkotaan menghadapi dilema antara pekerjaan dan perhatian untuk anak. Untuk itu, sekolah ini menawarkan program daycare hingga pukul 18.00, lengkap dengan fasilitas after school club dan holiday program.
“Kami memahami tantangan orang tua urban. Karena itu, fleksibilitas menjadi bagian penting dari layanan kami. Anak bisa tetap mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa membuat orang tua harus mengorbankan rutinitas kerja,” jelas Teddy Koentjoro, Co-founder sekolah Lillipods Preschool.
Fasilitas sekolah dirancang dengan standar Finlandia dengan ruang-ruang yang memanfaatkan material alami, pencahayaan yang ramah anak, serta area bermain yang aman dan nyaman. Semua diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang memicu kreativitas dan rasa ingin tahu.
Bagi sebagian orang tua, keberadaan sekolah ini menjadi jawaban yang lama ditunggu. “Kami merasa terbantu sebagai orang tua muda yang sibuk. Anak kami bisa belajar dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mendapat pengasuhan yang aman,” ungkap Ibnu Dian, salah satu orang tua murid.
Kehadiran jaringan global ini menandai babak baru dalam dunia pendidikan anak usia dini di Indonesia.(ame)
Editor : Amelia Beatrix