Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bank Indonesia Nekat Turunkan Bunga, Rupiah dan Investor Langsung Deg-Degan

Toar Rotulung • 2025-09-18 22:34:59

BI potong bunga lagi pasar langsung heboh!
BI potong bunga lagi pasar langsung heboh!
Jagosatu.com - Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan kembali bikin heboh pasar keuangan.

BI resmi memangkas 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Keputusan ini mengejutkan banyak analis yang sebelumnya memperkirakan BI akan menahan bunga.

Menurut Reuters, hampir semua ekonom memprediksi suku bunga BI tetap, tapi nyatanya dipotong.

Baca Juga: Baru 3 Laga, Inter Sudah Terpuruk! Tapi Dumfries Justru Bicara Soal Juara Liga Champions?

Langkah ini menunjukkan BI berani ambil risiko demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

BI juga memangkas suku bunga fasilitas simpanan (deposit facility) menjadi 3,75 persen.

Selain itu, lending facility rate ikut dipangkas jadi 5,50 persen.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, ekonomi Indonesia butuh dorongan ekstra dari sisi moneter.

Perry menilai inflasi saat ini masih rendah, jadi ada ruang untuk menurunkan bunga.

Dilansir dari Reuters, pemangkasan bunga BI ini adalah yang keenam sejak September 2024.

Total sudah 150 basis poin dipangkas hanya dalam satu tahun.

Investor kaget karena langkah ini lebih agresif dari perkiraan.

Rupiah sempat melemah tipis karena pasar belum siap dengan keputusan mendadak ini.

Namun BI yakin fundamental ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi gejolak pasar.

Langkah pemangkasan bunga ini diharapkan bisa menambah kredit perbankan.

Kalau kredit meningkat, konsumsi dan investasi juga diharapkan naik.

Artinya, ekonomi bisa tumbuh lebih cepat di tengah tekanan global.

Menurut Perry, meski ada risiko eksternal, stabilitas rupiah masih aman.

BI terus memantau pasar agar nilai tukar tidak terguncang terlalu dalam.

Investor asing disebut masih percaya pada pasar Indonesia.

Namun tetap saja, keputusan nekat BI ini membuat investor was-was.

Banyak yang bertanya, apakah rupiah akan stabil setelah bunga turun.

Di sisi lain, pengusaha menyambut baik bunga yang lebih rendah.

Kredit yang lebih murah bisa membantu bisnis berkembang lebih cepat.

Konsumen juga bisa diuntungkan dengan cicilan yang lebih ringan.

Meski begitu, risiko inflasi ke depan tetap perlu diperhatikan.

Kalau inflasi kembali naik, BI bisa saja terpaksa menaikkan bunga lagi.

Untuk sementara, fokus BI jelas: dorong pertumbuhan ekonomi dengan bunga rendah.

Keputusan ini bisa jadi penanda arah kebijakan BI untuk beberapa bulan ke depan.

Pasar modal, rupiah, dan dunia usaha kini menunggu dampak nyata dari langkah BI.

Apakah benar ekonomi Indonesia bisa makin kencang, atau justru timbul risiko baru.

Semua mata kini tertuju pada pergerakan rupiah dan respons investor ke depan.

Kebijakan BI kali ini jelas meninggalkan tanda tanya besar di benak pelaku pasar.

Waktu yang akan menjawab, apakah langkah nekat BI benar-benar tepat sasaran.

Satu hal pasti, keputusan ini bikin pasar Indonesia penuh kejutan.

Dan masyarakat tentu berharap, hasil akhirnya membawa kabar baik bagi ekonomi.

Keputusan BI ini menjadi topik hangat yang terus dipantau semua pihak.

Seperti biasa, investor dan masyarakat sama-sama deg-degan menunggu hasilnya.

Apakah bunga murah ini jadi penyelamat atau justru menambah risiko baru.

Yang jelas, BI sudah ambil langkah berani dan tak biasa di tengah ketidakpastian.

Kita tunggu bersama perkembangan selanjutnya.

vyr

Editor : Toar Rotulung
#Suku Bunga #Bank Indonesia #Pasar Modal #Investor #Ekonomi Indonesia #Rupiah