Jagosatu.com - Dunia industri Indonesia kedatangan kabar besar dari sektor petrokimia.
Lotte Chemical Corporation resmi membuka pabrik petrokimia raksasa senilai US$4 miliar atau sekitar Rp64 triliun di Cilegon, Banten.
Pabrik ini menjadi fasilitas petrokimia skala besar pertama di Indonesia setelah hampir 30 tahun tidak ada proyek serupa.
Presiden Joko Widodo hadir langsung dalam peresmian pabrik tersebut.
Ia menyebut proyek ini sebagai langkah besar menuju kemandirian industri kimia nasional.
Menurut Jokowi, pabrik tersebut akan menghasilkan 1 juta ton etilena per tahun.
Etilena merupakan bahan dasar plastik dan produk kimia lainnya yang selama ini masih banyak diimpor.
“Dengan adanya pabrik ini, kita bisa mengurangi impor etilena hingga lebih dari 90%,” kata Jokowi.
Baca Juga: Ekonomi Selandia Baru Goyang! Bank Sentral Peringatkan Risiko Keuangan Masih Tinggi
Hal ini tentu berdampak besar terhadap neraca perdagangan Indonesia di sektor industri dasar.
Selain itu, proyek ini juga diperkirakan menyerap lebih dari 13.000 tenaga kerja lokal.
Menurut laporan Reuters, proyek Lotte Chemical ini termasuk dalam daftar investasi asing terbesar di sektor manufaktur Indonesia.
Proses pembangunan pabrik berlangsung selama lebih dari lima tahun, dengan teknologi ramah lingkungan yang modern.
Lotte Chemical juga menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk memastikan pasokan bahan baku yang stabil.
Perusahaan menargetkan operasional penuh dimulai pada kuartal pertama 2026.
“Pabrik ini akan memperkuat rantai pasok industri nasional,” ujar CEO Lotte Chemical Indonesia.
Pemerintah berharap keberadaan pabrik ini dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar petrokimia Asia Tenggara.
Selain mengurangi impor, proyek ini juga diharapkan membuka peluang ekspor ke negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.
Para ekonom menilai proyek ini sebagai tonggak baru bagi sektor industri hilir Indonesia.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, Indonesia berpeluang menjadi basis produksi petrokimia terbesar di kawasan.
(J)
Editor : ALengkong