Jagosatu.com - Banyak perusahaan Australia kini mulai berebut masuk ke Indonesia karena melihat negeri ini sebagai pasar emas baru di kawasan Asia Tenggara.
Menurut laporan Metrotvnews, 77 persen perusahaan Australia di Asia Tenggara memperkirakan pendapatan mereka akan naik seiring ekspansi bisnis di kawasan.
Masih menurut laporan tersebut, sebanyak 36 persen dari perusahaan itu menyebut Indonesia sebagai tujuan ekspansi paling menjanjikan.
Hal ini terjadi karena Indonesia dianggap punya potensi pasar sangat besar dengan populasi produktif yang terus meningkat.
Indonesia juga dinilai sebagai negara dengan pertumbuhan konsumsi digital paling cepat di Asia Tenggara.
Banyak perusahaan Australia mengincar sektor seperti teknologi, energi, kesehatan, dan pendidikan sebagai fokus kerja sama.
Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Makin Ganas di Pasar Global
Menurut pejabat dari KADIN, hubungan ekonomi Indonesia–Australia sedang berada pada masa paling kuat dalam 10 tahun terakhir.
Salah satu faktor pendukungnya adalah perjanjian IA-CEPA yang membuat proses perdagangan dan investasi jadi lebih mudah.
IA-CEPA adalah perjanjian kerja sama ekonomi yang membuka jalur dagang lebih bebas antara kedua negara.
Dengan adanya perjanjian ini, perusahaan Australia bisa masuk ke Indonesia dengan biaya lebih murah dan proses yang lebih cepat.
Menurut Metrotvnews, pelaku usaha Australia juga melihat stabilitas ekonomi Indonesia sebagai salah satu alasan utama masuknya investasi baru.
Pakar ekonomi mengatakan Indonesia memiliki daya tarik karena terus melakukan perbaikan iklim bisnis seperti penyederhanaan izin usaha.
Banyak investor Australia juga mulai tertarik dengan sektor energi terbarukan di Indonesia.
Alasannya adalah Indonesia punya potensi energi matahari dan angin yang besar tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.
Di sektor digital, perusahaan teknologi Australia mulai melirik kerja sama dengan startup lokal.
Menurut laporan itu, banyak perusahaan Australia menganggap Indonesia sebagai laboratorium ideal untuk uji coba produk digital.
Hal ini karena pengguna internet Indonesia sangat aktif dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun.
Jika tren ini berlanjut, hubungan bisnis Indonesia dan Australia diprediksi akan semakin kuat dalam beberapa tahun ke depan.
Banyak pihak berharap kolaborasi ini bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi anak muda Indonesia.
Dengan peluang besar ini, Indonesia berpotensi menjadi pusat ekspansi perusahaan Australia di Asia Tenggara. (J)
Editor : ALengkong