Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ekonomi Global Guncang Lagi: Inggris Tiba-Tiba Minus dan Dunia Masuk Fase Waspada!

ALengkong • 2025-12-12 21:37:13

Photo
Photo

Jagosatu.com - Ekonomi global kembali jadi sorotan besar setelah Inggris tiba-tiba mencatat penurunan ekonomi yang membuat pasar dunia ikut tegang.

Menurut The Guardian, ekonomi Inggris mengalami kontraksi minus 0,1 persen pada Oktober 2025.

Kontraksi ini disebut tak terduga karena sebelumnya pemerintah Inggris memproyeksikan kondisi yang lebih stabil.

Penurunan ini membuat pelaku pasar global waspada terhadap kemungkinan melambatnya ekonomi Eropa secara keseluruhan.

Situasi ini juga memunculkan spekulasi bahwa Bank of England bisa memangkas suku bunga untuk menahan perlambatan ekonomi lebih dalam.

Bank sentral biasanya memangkas suku bunga untuk mendorong konsumsi masyarakat ketika ekonomi melemah.

Menurut laporan AMP Australia, beberapa negara Eropa juga sedang menghadapi tekanan inflasi yang membuat biaya hidup naik.

Baca Juga: Pemerintah Terapkan Pajak Ekspor Baru 2026, Pendapatan Negara Diprediksi Melonjak!

Inflasi yang tinggi dapat membuat masyarakat mengurangi belanja sehingga ekonomi makin lesu.

Selain itu, permintaan barang global juga mulai menurun terutama dari sektor manufaktur.

Laporan Korea JoongAng Daily menyebut Korea Selatan baru mulai pulih setelah sempat mengalami penurunan tajam pada semester pertama 2025.

Pemulihan Korea Selatan didorong oleh meningkatnya permintaan chip dan produk teknologi.

Meski pulih, negara tersebut tetap menghadapi ketidakpastian pasar dunia.

Ekonomi global saat ini dianggap memasuki fase “tekanan menengah” atau kondisi yang belum kritis tapi sudah harus diwaspadai.

Istilah tekanan menengah berarti ekonomi tidak langsung jatuh, namun tanda-tanda melemah sudah terlihat jelas.

Menurut analisis Richmond Fed, aktivitas bisnis di beberapa sektor masih berjalan tetapi tidak sekuat awal tahun.

Di beberapa negara maju, daya beli masyarakat juga mulai turun akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Investor global mulai berhati-hati dan banyak yang memindahkan aset ke instrumen aman seperti emas.

Kondisi ini membuat harga emas global naik dan menandakan meningkatnya kepanikan pasar.

Pelaku usaha berharap pemerintah dunia mengambil langkah cepat sebelum perlambatan ekonomi menyebar lebih jauh.

Para analis memperingatkan bahwa bila situasi ini dibiarkan, ekonomi global bisa memasuki fase stagnasi berkepanjangan.

Pasar kini menunggu langkah tegas dari pemerintah Inggris dan negara besar lainnya untuk menghentikan efek domino ekonomi.

Situasi global yang tidak stabil ini diprediksi masih akan berlangsung hingga awal tahun depan.

Ekonomi dunia kini berada di titik yang menentukan apakah akan bangkit atau makin terperosok. (J)

Editor : ALengkong
#Inflasi Dunia #pasar saham #Bank of England #ekonomi global