Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Stok Beras Nasional Tembus Rekor 5 Juta Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

ALengkong • Jumat, 24 April 2026 | 13:39 WIB
Buruh angkut beras di gudang Bulog
Buruh angkut beras di gudang Bulog

Jagosatu.com - Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia berhasil menembus angka 5.000.198 ton pada Kamis (23/4/2026), sebuah capaian bersejarah yang menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Angka fantastis ini menegaskan fondasi ketahanan pangan nasional semakin kokoh dan membantah berbagai isu kelangkaan beras yang sempat beredar di masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara langsung mengumumkan rekor ini saat meninjau gudang beras di Karawang, Jawa Barat. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif dan konsistensi pemerintah dalam mendorong swasembada pangan, khususnya beras, yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turut mengonfirmasi bahwa posisi cadangan beras tersebut merupakan yang tertinggi sejak Bulog berdiri. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional, sekaligus mempertegas peran strategis Bulog.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengapresiasi langkah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Mentan Amran. Menurut Ujang, sidak tersebut adalah bukti nyata kinerja Kementerian Pertanian yang transparan, menunjukkan kondisi stok beras nasional yang kuat dan melimpah tanpa manipulasi.

“Yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata. Stok beras melimpah, tidak ada manipulasi, dan semuanya ditampilkan secara terbuka. Ini sekaligus membantah berbagai keraguan yang berkembang di masyarakat,” tegas Ujang Komarudin, dilansir dari Kementerian Pertanian pada Kamis (23/4/2026).

Sebagai bentuk akuntabilitas, Mentan Amran juga memastikan bahwa seluruh stok beras tersebut dapat diverifikasi secara terbuka oleh publik. Ia bahkan mempersilakan seluruh wartawan untuk mengecek langsung ke gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia, menegaskan transparansi pengelolaan pangan.

Nilai beras yang tersimpan saat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp55 hingga Rp60 triliun, sebuah angka yang menuntut akuntabilitas mutlak dalam pengelolaannya. Pemerintah bahkan telah menggelontorkan tambahan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk terus memperkuat cadangan strategis tersebut.

Capaian rekor stok beras ini juga memiliki dampak strategis terhadap posisi Indonesia di tingkat global. Mentan Amran mengungkapkan bahwa Indonesia, yang sebelumnya mengimpor hingga 7 juta ton pada 2023–2024, kini berbalik arah dengan cadangan yang mencapai rekor tertinggi.

“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujar Mentan Amran dengan optimistis, seperti dikutip dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Ia menambahkan bahwa Indonesia kini berkontribusi pada ketahanan pangan dunia.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang dilakukan Bulog, mulai dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani dalam negeri, penguatan sinergi lintas sektor, hingga modernisasi infrastruktur logistik. Bulog saat ini didukung oleh lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan 1.200 gudang mitra di seluruh Indonesia, sebagaimana disampaikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani kepada CNBC Indonesia, Jumat (24/4/2026).

Atas capaian ini, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bahkan diganjar penghargaan “Indonesia Best 50 CEO Awards 2026”. Penghargaan ini menjadi refleksi atas kesinambungan kepemimpinan dan kinerja Bulog, yang pada tahun 2025 berhasil mengelola CBP sebesar 4,2 juta ton setara beras.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, saat meninjau Gudang Bulog Sukamaju di Palembang, juga menegaskan bahwa rekor tersebut tidak terlepas dari kerja bersama lintas sektor. Hal ini mencakup dukungan dari petani, penyuluh pertanian, hingga aparat TNI, Polri, Kejaksaan, serta pemerintah daerah.

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, dilansir dari Kontan pada Kamis (23/4/2026), menilai cadangan beras yang menembus 5 juta ton ini sebagai keberhasilan kolektif, terutama berkat kerja keras para petani di daerah. Menurutnya, ini adalah fondasi penting menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Tamsil juga mengingatkan bahwa keberhasilan produksi harus diiringi dengan keadilan distribusi, stabilitas harga, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai aktor utama dalam rantai pangan nasional. Ia menekankan pentingnya pupuk yang tersedia, irigasi yang diperbaiki, dan kebijakan yang berpihak pada petani.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 tercatat meningkat sebesar 4,07 juta ton, mencapai 34,69 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan luas panen dan berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian.

Dengan stok beras yang melimpah dan komitmen pemerintah yang kuat, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Namun, konsistensi kebijakan dan pengawasan distribusi tetap menjadi kunci utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama para petani di seluruh pelosok negeri.

Sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Editor : ALengkong
#stok beras #Ketahanan Pangan #kementerian pertanian #Bulog #swasembada pangan