Jagosatu.com - Rasyah baru berusia 15 tahun ketika dinobatkan sebagai MVP Free Fire World Cup 2025.
EVOS Divine keluar sebagai juara setelah mengumpulkan total 170 poin dalam format 10 game Grand Final.
Rasyah memimpin klasemen eliminasi dengan total 96 kill dan dua Booyah final.
Tim RRQ Kazu berada di posisi kedua dengan 123 poin yang kuat sepanjang fase final.
Bigetron Vitality finis di urutan ketiga dengan 120 poin dan hadiah senilai US$ 120.000.
Turnamen ini merupakan bagian dari judul game di Esports World Cup (EWC) 2025.
EWC menampilkan total 25 game dan total hadiah rekor lebih dari US$ 70 juta.
Free Fire World Cup sendiri menawarkan hadiah utama US$ 1 juta dan trofi juara dunia.
Rasyah disebut sebagai bintang terbesar acara setelah penampilan konsisten dan determinasi tinggi.
Usianya yang masih sangat muda sekaligus jadi simbol regenerasi talenta e‑sport masa depan.
EVOS Divine mencetak sejarah sebagai tim Asia Tenggara pertama juara dunia Free Fire.
Format Point Rush dan Champion Rush membuat setiap poin eliminasi sangat krusial.
Kemenangan EVOS juga menunjukkan kualitas pelatihan dan mental juara dari tim Indonesia.
Hadiah US$ 300.000 menjadi bukti nilai kompetitif dan eksposur global yang mereka raih.
Turnamen ini disiarkan di berbagai platform dengan views tertinggi sepanjang sejarah cabang Free Fire.
Dominasi Indonesia di ajang ini merupakan momentum kebangkitan esports Tanah Air.
Rasyah juga menjadi wajah baru yang diprediksi bakal menginspirasi generasi muda pemain lainnya.
Kesuksesan EVOS menunjukkan bahwa negara berkembang bisa unggul di panggung global.
Prestasi ini bakal membuka peluang kolaborasi sponsor internasional dan kontrak jangka panjang.
EVOS Divine kini punya status elite dalam komunitas Free Fire profesional global.
Pencapaian Rasyah di usia muda sudah menarik perhatian media internasional dan fanbase global.
Dan prestasi ini akan terus dikenang sebagai tonggak emas industri e‑sport Indonesia.
Editor : ALengkong