Solusi Harapan bagi Pasien, Pulmonolog Menyatakan Kanker Paru Stadium Dini Dapat Ditangani Melalui Operasi.

Aryanti Sasamu • Dipublikasikan Rabu, 2 Agustus 2023 | 13:54 WIB
Ilustrasi kanker paru
Ilustrasi kanker paru

JAGOSATU.COM - Pakar penyakit dalam konsultan pulmonologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Prof Dr dr Cleopas Martin Rumende, Sp.PD, KP, FINASIM, FCCP, menegaskan bahwa kanker paru stadium dini, yang berukuran kurang dari 3 cm dan tanpa keterlibatan kelenjar atau organ lain, dapat ditangani dengan operasi.

Tidak ada keterlibatan kelenjar atau organ lain, maka operasi hanya satu-satunya tindakan yang dapat menyembuhkan, ujar dia dalam IG Live RSCM Kencana bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Paru Sedunia 2023, pada hari Selasa.

Namun, pada kanker stadium dua hingga lanjut, biasanya selain operasi, memerlukan tambahan terapi lainnya seperti terapi target atau kemoterapi.

Yang selama ini dilakukan adalah kemoterapi dan radiasi karena stadiumnya sudah lanjut. Dalam 10 tahun terakhir, sudah ada pemeriksaan lebih lanjut, yaitu terapi target, kata Martin.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh pakar penyakit dalam konsultan pulmonologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dr Eric Daniel Tenda DIC, PhD, Sp.PD, KP, FINASIM.

Menurutnya, operasi dilakukan untuk mengangkat massa tumor dan hanya dilakukan apabila sudah dipastikan kanker masih dalam stadium dini dan tidak ada keterlibatan jaringan di sekitarnya.

Baca Juga: Tragedi Menyayat Hati, Ayah Bripda IDF Meratapi Kehilangan Anaknya yang Tertembak oleh Rekan Kerjanya.

Melihat kanker paru bukan hanya melihat dari ukuran tumornya, tetapi juga harus melihat adakah keterlibatan kelenjar getah bening, penyebaran, jelas dia.

Eric menuturkan, peran deteksi dini, baik sebelum ada gejala ataupun setelah ada gejala, menjadi sangat penting. Kanker yang ditemukan pada stadium dini, sekitar 60 - 90 persen bisa dilakukan tindakan operatif dan berpeluang untuk sembuh.

Seseorang, terutama yang sudah berusia 50 tahun dan memiliki riwayat merokok atau riwayat keluarga dengan kanker, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk nantinya dilakukan anamnesis. Faktor-faktor ini diketahui sebagai faktor risiko seseorang terkena kanker paru.

Jadi, mengobrol dulu dengan dokter, dilakukan pemeriksaan fisik, baru akan disarankan dokter melakukan langkah-langkah diagnosis apa terkait proses skrining apabila belum bergejala dan memiliki risiko tinggi, kata Eric.(antara)

Editor : Aryanti Sasamu