Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Desainer Indonesia Memukau Paris dengan Kreativitas Wastra di IN2MF in Paris

Aryanti Sasamu • 2023-09-13 14:10:07
Wastra Indonesia kembali diperkenalkan di Eropa lewat karya-karya para desainer. (IST)
Wastra Indonesia kembali diperkenalkan di Eropa lewat karya-karya para desainer. (IST)

JAGOSATU.COM - Karya-karya desainer Tanah Air kembali memperkenalkan kekayaan wastra Indonesia ke panggung Eropa melalui IN2MF in Paris.

Dalam pergelaran fashion tersebut, lima desainer Indonesia memamerkan koleksi-koleksi terbaru yang menggabungkan sentuhan modern dengan nuansa tradisional Indonesia yang khas.

Kelima desainer yang membawakan koleksi Spring-Summer 2024 dalam IN2MF in Paris adalah Syukriah Rusydi, Sanet Sabintang, Wening Angga, Thiffa Qaisty, dan Anggia Handmade.

Mereka menjelajahi keberagaman wastra Indonesia, seperti batik, songket, tenun ikat, dan ATBM, untuk menciptakan karya yang menginspirasi.

Baca Juga: Jenny Yohana Kansil, Perjalanan Inspiratif dari Keraguan hingga Kesuksesan di Dunia Mode Eropa

Syukriah Rusydi, salah seorang desainer, menghadirkan keindahan tenun Aceh dengan menggunakan benang sutra sebagai bahan utama.

Koleksinya yang diberi tema 'Lost in Versailles' memadukan warna cerah dan kilauan dari tenun Aceh, termasuk penggunaan benang emas dan perak untuk aplikasi motifnya.

Ini menciptakan kesan kemewahan yang terinspirasi oleh era Renaissance di Eropa, khususnya Perancis.

Tenun Aceh yang sudah berusia lebih dari dua dekade tetap memancarkan keindahannya, bahkan setelah mengalami gempa dan tsunami pada tahun 2004.

Sanet Sabintang mempersembahkan koleksi 'Hati yang bersyukur' yang memukau dengan pesona wastra Jawa Timur.

Batik dengan pewarna alam dan motif tradisi Banyuwangi dipadukan dengan tenun serta batik sutra dari Jember dalam koleksi ini.

Sanet menerapkan konsep sustainable fashion dengan upcycling, mengubah sampah produksi menjadi produk bernilai tinggi.

Koleksinya menggunakan bahan ramah lingkungan seperti linen, katun, dan eco-print, dengan desain kasual sporty yang memiliki sentuhan artistik.

Wening Angga menggabungkan keragaman wastra Nusantara dalam koleksinya dengan tema 'Mixture of Wastra'.

Koleksi ini mencakup kain tradisional dari Bali, seperti songket motif folklore khas Jembrana dan tenun Rang-rang dari Nusa Penida, yang dipadukan dengan motif bunga alami pada Wening Batik.

Wastra-wastra ini diinterpretasikan dalam desain kontemporer yang terinspirasi oleh gaya pakaian Eropa Barat, dengan sentuhan seperti kerah tinggi, aksen ruffle, dan ornamen bordir.

Thiffa Qaisty mempercantik panggung dengan keindahan wastra Melayu, seperti tenun Riau dan songket Sumatera Barat.

Baca Juga: Jenny Yohana Kansil, Perjalanan Inspiratif dari Keraguan hingga Kesuksesan di Dunia Mode Eropa

Koleksi ini menampilkan desain feminine chic dengan siluet A-Line, termasuk dress, top, bottom, blazer panjang, dan outer yang bisa dipadukan dengan serasi.

Anggia Handmade memperkenalkan konsep berkelanjutan melalui koleksi 'Soumade', yang menciptakan gaya rancangan feminine edgy dengan mengeksplorasi warna dan corak batik Cirebon.

Koleksi ini memanfaatkan permainan warna cerah dan motif kontemporer, serta elemen geometris khas batik Pesisir, khususnya dalam menggambarkan bentuk pulauan.

Melalui IN2MF in Paris, kelima desainer ini berhasil menghadirkan pesona wastra Indonesia yang kaya dan beragam ke panggung Eropa, membuktikan bahwa keindahan dan kreativitas mode Indonesia terus bersinar di dunia internasional.(jpg)

Editor : Aryanti Sasamu
#wastra #IN2MF #Wastra Indonesia #paris