Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Resolusi Tahun Baru, Masih Penting atau Tidak? Begini Kata Psikolog

Tina Mamangkey • 2024-01-02 07:11:36
Ilustrasi daftar resolusi tahun baru (Istimewa )
Ilustrasi daftar resolusi tahun baru (Istimewa )

JAGOSATU.COM - Dalam menyambut pergantian tahun dari 2023 ke 2024, dunia dan sosial media terus merayakan dengan berbagai ucapan dan konten tahun baru yang memenuhi linimasa platform-platform tersebut.

Perayaan pergantian tahun selalu dipenuhi kegembiraan, tetapi pada saat yang bersamaan, banyak orang juga melakukan evaluasi diri terkait pencapaian, impian, dan resolusi mereka.

Tradisi membuat resolusi merupakan topik yang kerap dibicarakan setiap tahunnya.

Banyak yang antusias membuat daftar resolusi untuk tahun berikutnya, berisi hal-hal yang belum tercapai pada tahun sebelumnya.

Umumnya, harapan setiap orang adalah agar tahun baru membawa keberuntungan dalam berbagai aspek kehidupan seperti karir, perkembangan pribadi, kondisi kesehatan, hubungan, atau pencapaian mimpi-mimpi lainnya.

Namun, dewasa ini, semangat membuat resolusi nampak memudar. Sebagian orang dewasa mulai kehilangan minat terhadap tradisi ini.

Pandangan ini tercermin di sosial media, di mana banyak yang berpendapat bahwa membuat resolusi yang besar tidaklah perlu, dan hidup dengan baik sudah cukup.

Meskipun banyak yang meremehkan pentingnya resolusi, Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, berpendapat sebaliknya.

Menurut Novi, meski sosial media menunjukkan bahwa resolusi mungkin dianggap tidak penting, sejatinya resolusi tetap diperlukan oleh setiap individu sebagai bentuk komitmen terhadap diri sendiri saat melangkah ke masa depan.

"Membuat resolusi diperlukan karena manusia memiliki kesadaran diri untuk membuat pemikiran prediktif dalam hidup," ujar Novi seperti dilansir dari Antara.

Dia menegaskan bahwa resolusi tidak harus dibuat hanya saat tahun baru dan tidak selalu harus berupa hal besar.

Resolusi bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan diri bangun lebih pagi, mengonsumsi makanan sehat, atau memulai kebiasaan positif lainnya.

Baca Juga: iPhone 16 Rilis 2024, Kamera Ultrawide 48MP Jadi Fitur Unggulan, Intip Speknya!

Novi juga menyoroti bahwa kegagalan dalam mencapai resolusi adalah hal yang wajar.

Keberhasilan atau kegagalan resolusi tergantung pada sejauh mana seseorang mampu menjaga komitmen terhadap diri sendiri.

"Kunci keberhasilan adalah komitmen untuk mengubah perilaku-perilaku sederhana atau kebiasaan kecil.

Resolusi besar tidak akan tercapai tanpa langkah-langkah kecil," tambahnya.

Terlepas dari besarnya resolusi, Novi menekankan bahwa alasan di balik resolusi tersebut haruslah kuat.

Seseorang harus memiliki pemahaman yang jelas tentang mengapa mereka ingin mencapai tujuan tersebut, dan komitmen mereka harus didasarkan pada alasan-alasan yang kokoh.

"Dia tahu alasan untuk berubah. Itu yang terpenting, dia tahu kalau ditanya orang lain, alasannya kuat," jelas Novi.

Novi juga memberikan tips untuk membangun komitmen terhadap resolusi, yaitu dengan bertanya pada diri sendiri mengapa mereka ingin mencapai resolusi tersebut, dan mengulangi pertanyaan tersebut sebanyak lima kali.

Jika jawaban tetap konsisten, itu menunjukkan komitmen yang kuat.

"Kalau tidak tahu 'mengapa'-nya dan hanya mengikuti tren, biasanya tidak akan bertahan lama," tambahnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#perubahan perilaku #resolusi #tahun baru