Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Vladimir Putin ke Indonesia Ditolak, Ngeri! Korut Tembakkan Rudal, Jangkauannya Antar Benua

Administrator • 2022-03-25 22:45:21
Kim Jong-Un dan Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan
Kim Jong-Un dan Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan

JAGOSATU.COM-Aktivis HAM, Natalius Pigai, secara terang-terangan menolak kedatangan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 di Bali, yang akan digelar pada Oktober 2022 mendatang. Natalius menganggap, Putin tak layak menjadi anggota G20.

“Putin sebagai penjahat kemanusiaan tidak layak mendapat tempat terhormat di G20 2022,” tegas Natalius dikutip dari akun Twitternya, Jumat (25/3/2022).

Sebenarnya, Natalius tidak membenci Rusia. Akan tetapi, semenjak negara berjuluk Beruang Merah ini dipimpin Putin, da merasa aneh. Hanya saja, karakter dan sikap orang nomor satu di Rusia itu yang keras hingga melakukan invasi ke Ukraina, membuat hal itu, kata Natalius, harus dilawan.

“Sebagai aktivis kemanusiaan saya menolak kehadiran Putin di Bali. meskipun saya tidak membenci orang Rusia tetapi karakter jahat Putin harus dilawan,” jelasnya.

Memang, konflik Rusia dengan Ukraina tidak menghalangi rencana Presiden Vladimir Putin menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali nanti.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan kehadiran Presiden Vladimir Putin akan ditentukan berbagai hal, tetapi orang nomor satu negeri Tirai Besi itu memastikan akan hadir.

“(Kehadiran Putin) Akan ditentukan oleh banyak hal, termasuk situasi Covid-19 yang saat ini kian membaik. Namun, ya, hingga saat ini (Putin) ingin hadir,” ujar Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva.

Kehadiran Presiden Putin sempat dipertanyakan sejumlah negara anggota G20, termasuk Amerika Serikat dan negara Barat lainnya.

Mereka menuntut Rusia tidak diikutkan lagi dalam keanggotaan G20 setelah melakukan invasi ke Ukraina.

Namun, tuntutan negara Barat itu dianggap menjadi kemunduran bagi G20 yang sejak awal dibentuk untuk merespons situasi dan tantangan ekonomi dunia.

“Jika Rusia dikeluarkan dari forum semacam ini, langkah itu tidak akan memperbaiki, tak membantu perbaikan situasi ekonomi, bahkan sebaliknya tanpa Rusia ini akan sulit,” kata Dubes Lyudmila Vorobieva.

Menurutnya, Rusia sejauh ini telah mengikuti berbagai pertemuan dalam rangkaian G20, baik yang diselenggarakan secara daring maupun luring.

Rusia juga mendukung Presidensi Indonesia di G20, beserta prioritas dan slogan Recover Together, Recover Stronger.

Berita lainnnya, Korea Utara (Korut) menembakkan sebuah rudal balistik antarbenua yang bisa terbang selama 71 menit atau lebih 1 jam. Ini pertama kalinya Korut meluncurkan senjata yang begitu kuat sejak 2017.

Sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) ditembakkan pada Kamis (24/3) sore waktu setempat.

Rudal ini mendarat di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, atau di sebelah barat pantai utara negara itu.

“Analisis kami saat ini menunjukkan bahwa rudal balistik terbang selama 71 menit dan sekitar 15:44, itu mendarat di perairan dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang di Laut Jepang sekitar 150 kilometer barat semenanjung Oshima, Hokkaido,” kata Makoto Oniki, Menteri Pertahanan Jepang seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (24/3/2022).

“Mengingat rudal balistik kali ini terbang di ketinggian lebih dari 6.000 km, jauh lebih tinggi dari ICBM Hwasong-15 yang diluncurkan pada November 2017, rudal yang hari ini diyakini sebagai ICBM baru,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa kementerian belum menerima laporan kerusakan kapal atau pesawat.

Dia menyebut peluncuran itu sebagai ancaman serius bagi keamanan Jepang.

“Pada saat dunia sedang menghadapi invasi Rusia ke Ukraina, Korea Utara terus maju dengan peluncuran yang secara sepihak memperburuk provokasi terhadap komunitas internasional, yang sama sekali tidak dapat dimaafkan,” kata Oniki.

Secara terpisah, Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengonfirmasi bahwa Korea Utara telah menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) hari Kamis ini.

“Ini pelanggaran terhadap penangguhan peluncuran rudal balistik antarbenua yang dijanjikan oleh Ketua Kim Jong Un kepada komunitas internasional,” kata Moon dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa itu juga melanggar sanksi PBB.(ral/int/pojoksatu/ishak/fajar)

Editor : Administrator
#Ukraina #Indonesia #Rusia #Vladimir Putin #Kim Jong-un #Korut #rudal