JAGOSATU.com - Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) PBB mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan intervensi gizi buruk yang telah menyelamatkan nyawa di Yaman mulai bulan Agustus mendatang karena menghadapi krisis kekurangan dana yang parah.
Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Sabtu (29/7) pekan lalu, WFP menyatakan bahwa kekurangan dana yang signifikan, bersamaan dengan gangguan berkepanjangan dalam pasokan, telah membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan program pencegahan gizi buruk di Yaman.
Baca Juga: Bongkar Rahasia Desain Magic V2, Honor Berbagi Rincian Tersembunyi di Balik Perangkat Layar Lipat
Langkah ini diperkirakan akan berdampak negatif terhadap 2,4 juta orang yang menderita gizi buruk di Yaman, termasuk di antara kelompok masyarakat yang paling rentan.
Dalam upaya menghadapi situasi kritis di Yaman, WFP berencana untuk mengalokasikan dana yang terbatas untuk program pengobatan gizi buruk akut yang sangat parah, sesuai dengan laporan tersebut.
Laporan tersebut menyoroti bahwa dari total dana yang diperlukan untuk rencana WFP selama enam bulan ke depan, dari Agustus 2023 hingga Januari 2024, hanya 28 persen dari kebutuhan tersebut yang terpenuhi.
Baca Juga: Era Baru di Indonesia, Resmi Miliki Bursa Kripto, Kliring, dan Pengelola Aset Kripto
Yaman telah terperangkap dalam konflik saudara yang merusak sejak tahun 2014, dengan pemberontak Houthi berperang melawan pemerintah yang diakui secara internasional dan sekutunya.
Perang tersebut telah mengganggu rantai pasokan pangan di Yaman dan menyebabkan krisis kelaparan yang semakin meluas, menjadikan negara tersebut sebagai negara termiskin di dunia Arab yang menghadapi ambang batas kehancuran. (Antara)
Editor : Alfianne Lumantow