Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ribuan Pramuka Dievakuasi di Korea Selatan untuk Menghadapi Ancaman Topan

Alfianne Lumantow • Selasa, 8 Agustus 2023 - 17:15 WIB
Sepasang pria dan wanita berswafoto dengan latar belakang tempat Jambore Pramuka Dunia K-25 di Buan, Korea Selatan, pada 4 Agustus 2023.
Sepasang pria dan wanita berswafoto dengan latar belakang tempat Jambore Pramuka Dunia K-25 di Buan, Korea Selatan, pada 4 Agustus 2023.

JAGOSATU.com - Pada hari Selasa, Korea Selatan telah memulai proses evakuasi ribuan remaja peserta Jambore Pramuka Dunia dari lokasi perkemahan mereka di bagian barat daya negara tersebut, menuju ke daerah yang lebih aman di sekitar ibu kota Seoul. Langkah ini diambil sebagai langkah pencegahan menghadapi mendekatnya badai topan.

Evakuasi ini telah menjadi tantangan berat yang dihadapi oleh acara jambore yang direncanakan berlangsung selama 10 hari.

Baca Juga: Rekor Ekspor Komoditas Pertanian Yunnan di China pada Paruh Pertama 2023

Sebelumnya, gelombang panas yang melanda wilayah tersebut menyebabkan ratusan peserta jatuh sakit, bahkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris telah memutuskan untuk menarik kontingen mereka dari partisipasi dalam jambore ini.

Ahmad Alhendawi, Sekretaris Jenderal Organisasi Gerakan Pramuka Dunia, mengatakan, "Ini merupakan situasi yang penuh kompleksitas yang belum pernah kami hadapi dalam lebih dari 100 tahun sejarah Jambore Pramuka Dunia."

Sebanyak 1.000 bus telah diatur untuk memindahkan sekitar 36.000 peserta pramuka dari berbagai negara yang masih berada di perkemahan tersebut.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan perkiraan cuaca, yang mengindikasikan bahwa topan Khanun, yang telah melanda bagian selatan Jepang, kemungkinan akan mempengaruhi wilayah selatan Korea Selatan pada Kamis, 10 Agustus mendatang.

Delapan kota dan provinsi, termasuk Seoul dan Provinsi Gyeonggi, akan menjadi tujuan bagi para peserta jambore selama sisa masa kegiatan mereka di Korea Selatan.

Meskipun demikian, sekitar 4.000 peserta akan tetap tinggal di Provinsi Jeolla Utara, di mana lokasi perkemahan utama berada.

Baca Juga: Respons Tegas Nigeria, Tutup Perbatasan Darat dengan Niger Usai Kudeta

Panitia penyelenggara acara ini telah menjelaskan bahwa sebagian besar peserta akan ditempatkan di kamar sendiri atau berbagi dengan satu teman.

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, telah memerintahkan tim tanggap darurat untuk memastikan bahwa rencana terbaru ini dilaksanakan tanpa cacat.

Jambore ini dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 12 Agustus. Menteri Kesetaraan Gender Korea Selatan, Kim Hyun-sook, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan jambore ini, menegaskan bahwa acara tersebut akan tetap berlangsung dengan program-program alternatif yang telah disiapkan, termasuk di dalamnya acara K-pop. (Antara)

Editor : Alfianne Lumantow
#Jambore Pramuka Dunia #Korea Selatan #Kota Seoul #Ahmad Alhendawi