Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Makna Slogan 'From The River To The Sea' dalam Gelombang Demonstrasi Pro-Palestina

Tina Mamangkey • 2023-12-20 12:16:14
Foto protes Pro-Palestina dari Jerman, Yunani dan Italia (kiri ke kanan). (AP)
Foto protes Pro-Palestina dari Jerman, Yunani dan Italia (kiri ke kanan). (AP)

JAGOSATU.COM - Tindakan protes pro-Palestina tidak hanya mencuat di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi juga terjadi di negara-negara Barat seperti Inggris, Portugal, Spanyol, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Teriakan slogan 'from the river to the sea' terus menggema sepanjang unjuk rasa di seluruh penjuru dunia itu.

Peserta demonstrasi juga menuliskan kalimat-kalimat yang serupa di poster dan spanduk yang mereka bawa.

Slogan tersebut dipakai untuk menyerukan kemerdekaan rakyat Palestina dari Israel, yang artinya dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania, Palestina akan merdeka.

Dengan bernyanyi di sepanjang jalan dan mengibarkan bendera Palestina, para peserta demonstrasi dari berbagai belahan dunia secara seragam menyuarakan keinginan mereka untuk menghentikan tindakan penindasan Israel di tanah Palestina yang kaya sejarah.

Slogan 'from the river to the sea' memiliki sejarah panjang. Pada masa itu, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengajukan ide pembentukan negara tunggal yang melintasi dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania.

Namun, pada tahun 1948, ketika negara Israel belum terbentuk, PBB mengusulkan pembagian wilayah menjadi sebuah negara Yahudi – mencakup 62 persen dari wilayah mandat Inggris sebelumnya.

Usulan tersebut ditolak oleh pemimpin Arab pada saat itu dan mengakibatkan lebih dari 750.000 warga Palestina diusir dari tempat tinggal mereka sendiri, sebuah peristiwa berdarah yang dikenal sebagai Nakba atau bencana.

Munculnya slogan 'from the river to the sea' rupanya diartikan secara berbeda oleh Israel dan Palestina.

Menurut Nimer Sultany, seorang Dosen Hukum di School of Oriental and African Studies (SOAS), slogan tersebut dibuat sebagai bentuk protes untuk menuntut kesetaraan bagi semua penduduk di tanah Palestina.

Namun, seorang warga Palestina dalam wawancara lain menyatakan bahwa slogan ini mungkin dianggap tidak pantas oleh pendukung Israel dan penganut supremasi Yahudi.

"Ini akan terus menjadi faktor utama dalam permasalahan. Namun seharusnya, warga Palestina berhak untuk hidup dalam kesetaraan, kebebasan, dan martabat seperti orang lain," ungkap Sultany.

Baca Juga: Mengupas 4 Fakta Menarik tentang Hubungan Ajaib Musik dengan Kesehatan Jantung

Di sisi lain, pengamat pro-Israel berpendapat bahwa slogan tersebut memiliki makna yang mengerikan.

Yehudah Mirsky, seorang Profesor Studi Timur dan Yudaisme di Universitas Brandeis, menyatakan bahwa bagi warga Yahudi Israel, kalimat ini diartikan sebagai ancaman daripada janji pembebasan.

"Pemerintah Israel saat ini telah melakukan perluasan pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur."

Upaya ini disebut sebagai langkah Israel untuk menguasai tanah Palestina dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania, sehingga mereka menolak aspirasi slogan yang menyatakan kemerdekaan Palestina.

Dalam situasi konflik yang sedang berkecamuk, seorang Anggota Parlemen Ancy McDonal di Inggris menanggapi hal tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya tetap memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

"From the river to the sea, Palestina dan Israel harus berdamai," ucapnya. Namun, atas pengakuan tersebut, Partai Buruh Inggris langsung memberikan hukuman berupa pencopotan McDonal dari jabatannya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Palestina #From the river to the sea