Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Melbourne Bergejolak, Ribuan Demonstran Pro-Palestina Blokir Akses Kapal Israel ke Melbourne, Ekonomi Australia Alami Kerugian

Tina Mamangkey • 2024-01-22 09:38:49
Demonstran penuhi jalan-jalan sekitar pelabuhan Melbourne. (Foto/Anggelita Bescotti on MEE)
Demonstran penuhi jalan-jalan sekitar pelabuhan Melbourne. (Foto/Anggelita Bescotti on MEE)

JAGOSATU.COM - Pembantaian di Gaza menarik perhatian masyarakat global dari berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Amerika, Asia, Afrika, dan bahkan Australia.

Aksi demonstrasi sebagai bentuk dukungan untuk Palestina terus berlangsung di berbagai lokasi, termasuk di Israel dan negara-negara pendukung Israel, yang juga melibatkan upaya untuk menghentikan konflik antara Palestina dan Israel.

Peristiwa terbaru pada Minggu (21/1) membuat heboh Australia, di mana demonstran Pro-Palestina melakukan pemblokiran terhadap akses kapal Israel ke Melbourne.

Dilansir dari middleeasteye.com (21/1), sekitar 4.000 demonstran pro-Palestina di Melbourne, Australia, menyelenggarakan unjuk rasa selama 15 minggu berturut-turut pada hari Sabtu dan Minggu, menyerukan gencatan senjata di Gaza serta memblokir terminal barang utama.

Aksi protes ini berlangsung bersamaan dengan upaya pemblokiran terhadap kapal Israel yang hendak melakukan muatan di dermaga Melbourne.

Blokade di Pelabuhan Melbourne telah berlangsung lebih dari dua hari, mengakibatkan terhentinya pembongkaran kapal Israel dan empat kapal kargo yang terdampar bersama dengan 30.000 kontainer.

Mohammed Helmy, inisiator aksi protes, menyatakan kepada Middle East Eye bahwa aksi protes dan blokade telah berjalan efektif, bertujuan untuk menekan pemerintah agar segera mengambil tindakan atas kekejaman yang terjadi di Gaza akibat agresi Israel.

"Pelabuhan saat ini terblokir total untuk bongkar muat kapal, sebagai bentuk protes dan tekanan terhadap pemerintah untuk menghentikan genosida di Gaza," kata Helmy kepada media MEE.

Helmy menegaskan bahwa aksi protes sebagian besar berlangsung damai tanpa adanya agresi dari pihak kepolisian.

Pengunjuk rasa menunjukkan sikap santai dengan berbagai kegiatan seperti bermain musik, ngobrol, membaca, bermain permainan papan, hingga berdoa.

Dampak dari aksi ini melibatkan kerugian ekonomi signifikan bagi Australia, diperkirakan mencapai jutaan dolar setiap hari akibat terhentinya aktivitas bongkar muat di pelabuhan utama.

Para demonstran juga menghalangi pekerja untuk berangkat kerja, menyebabkan gangguan dalam kegiatan pelabuhan.

Polisi Victoria melaporkan bahwa unjuk rasa awalnya dimulai di Perpustakaan Negara Bagian Victoria sebelum meluas ke jalan-jalan Melbourne dan akhirnya mencapai Gedung Parlemen Australia.

Presiden Jaringan Advokasi Palestina Australia menyatakan bahwa keputusan untuk melakukan blokade dan demonstrasi muncul setelah berbulan-bulan aksi protes damai yang tidak direspons oleh pemerintah setempat. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Palestina #pembantaian #Australia #di Gaza #Israel