Jagosatu.com - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencuri perhatian publik dengan komentar kontroversialnya.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu, Trump menyatakan ketidaksukaannya yang terang-terangan terhadap bintang pop terkenal, Taylor Swift.
Hal ini terjadi setelah Swift secara terbuka mendukung lawan politik Trump, mantan Wakil Presiden Kamala Harris, dalam Pemilu Presiden 2024.
"Aku BENCI TAYLOR SWIFT!" tulis Trump dengan huruf kapital penuh emosi dalam unggahannya.
Unggahan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Swift mengumumkan niatnya untuk memberikan suara kepada Harris, kandidat dari Partai Demokrat, dalam Pilpres tahun ini.
Dukungan Swift tersebut diumumkan setelah debat pertama antara Trump dan Harris yang berlangsung pada 10 September di Philadelphia.
Dalam debat tersebut, kedua calon membahas berbagai isu panas seperti aborsi, imigrasi, ekonomi, dan kebijakan luar negeri.
Melalui Instagram, Swift menyatakan, "Saya akan memilih Kamala Harris dan Tim Walz dalam Pemilihan Presiden 2024. Saya memilih @kamalaharris karena dia memperjuangkan hak dan isu-isu yang saya yakini memerlukan sosok pejuang sejati. Saya percaya, dengan kepemimpinan yang tenang dan bijaksana, kita bisa mencapai lebih banyak lagi di negara ini."
Swift juga memberikan dukungan kepada Tim Walz, Gubernur Minnesota yang menjadi pasangan Harris sebagai calon wakil presiden, dan memuji komitmennya dalam memperjuangkan hak LGBTQ+, hak reproduksi perempuan, dan hak-hak lainnya.
Pernyataan Swift diakhiri dengan tanda tangan "Childless Cat Lady" sebagai respons sindiran lama dari JD Vance, rekan politik Trump, yang pernah menyebut bahwa negara dipimpin oleh "sekelompok wanita tanpa anak yang tidak bahagia dengan hidup mereka."
Swift merespons dengan cerdas dan humor, disertai foto dirinya bersama seekor kucing.
Di sisi lain, Swift juga menanggapi unggahan Trump yang sebelumnya memposting gambar buatan AI di akun Truth Social-nya yang menunjukkan para wanita mengenakan kaos bertuliskan "Swifties for Trump."
Gambar tersebut palsu dan secara keliru menyiratkan bahwa Swift mendukung Trump.
"Saya menerima!" tulis Trump saat membagikan gambar palsu tersebut.
Namun, Swift segera menjelaskan bahwa insiden ini meningkatkan kekhawatirannya terhadap bahaya AI dan penyebaran informasi palsu.
“Cara terbaik untuk melawan misinformasi adalah dengan menyebarkan kebenaran,” tambah Swift dalam klarifikasinya.
Pengumuman ini juga memicu lonjakan kunjungan ke situs vote.gov, dengan lebih dari 405.999 pengguna mengakses situs tersebut dalam sehari.
Sementara itu, kampanye Harris-Walz membalas serangan Trump dengan pernyataan yang menggelitik, bertajuk "Trump's Bad Week (Taylor's Version)," yang secara cerdik menyertakan referensi 28 lagu Taylor Swift.
“Kami cukup yakin bahwa Donald Trump sedang menghadapi minggu yang buruk,” tulis tim kampanye Harris-Walz.
"Dia menghabiskan waktunya mengeluh tentang berbagai masalah pribadinya tanpa sedikit pun membahas isu-isu penting yang dihadapi rakyat Amerika."
Pernyataan itu juga menutup dengan kalimat menohok, "Sebut saja apa yang Anda mau, tapi ini bukan hal baru dari pria terkecil yang pernah hidup."