Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Paramount dan Netflix Bertarung Sengit untuk Kuasai Warner Bros

Pratama Karamoy • 2026-02-13 14:52:07
Discovery terpampang di menara air Warner Bros. Studio, Burbank, California, AS.
Discovery terpampang di menara air Warner Bros. Studio, Burbank, California, AS.

WASHINGTON – Pertarungan untuk menguasai Warner Bros. Discovery (WBD) oleh dua kekuatan besar media global memanas. Di satu sisi, Netflix Inc lebih dahulu mengunci kesepakatan akuisisi.

Di sisi lain, Paramount Skydance Corp yang didukung miliarder Larry Ellison bergerak agresif untuk menggagalkan rencana tersebut. Mereka menyodorkan tawaran tandingan yang nilainya lebih besar dan berlapis.

Disebut-sebut, Netflix menyiapkan akuisisi senilai USD 82,7 miliar (Rp 1.389 triliun). Nilai itu mencakup studio film serta layanan streaming HBO Max milik WBD. Namun, Paramount menaikkan taruhan hingga USD 108,4 miliar (Rp 1.824 triliun).

 

Paramount menyertakan sejumlah insentif tambahan untuk meyakinkan para pemegang saham. Di antaranya, biaya kompensasi (ticking fee) USD 0,25 per saham per kuartal. Mereka juga berkomitmen menanggung biaya pembatalan USD 2,8 miliar yang harus dibayar Warner Bros. jika kesepakatan dengan Netflix dibatalkan.

"Tawaran itu menunjukkan komitmen kuat kami untuk memberikan nilai penuh yang layak diterima pemegang saham WBD atas investasi mereka," ujar Chairman dan CEO Paramount David Ellison.

 

Baca Juga: Asosiasi Desak Tinjau Ulang Kuota Batu Bara-Nikel

 

Netflix tidak tinggal diam. Mereka menegaskan bahwa akuisisi WBD akan memberikan manfaat bagi konsumen dan industri secara keseluruhan. "Dengan Warner Bros., kami akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan nilai lebih bagi konsumen. Kami akan memberikan kepada konsumen lebih banyak konten dengan biaya lebih rendah," tegas Co-CEO Netflix Ted Sarandos.

Meski demikian, WBD sebelumnya menolak sejumlah pendekatan Paramount. Mereka cenderung mempertahankan kesepakatan dengan Netflix yang dinilai lebih pasti dengan struktur finansial yang kuat. (din/dri/jawa pos)

 

Editor : Pratama Karamoy
#global