Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Teheran Gelar Dua Latihan Militer dalam Tiga Hari

Pratama Karamoy • 2026-02-20 11:12:46
Sebuah roket ditembakkan dalam latihan militer Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz (17/2).
Sebuah roket ditembakkan dalam latihan militer Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz (17/2).

INI salah satu cara Iran menangkal ancaman Amerika Serikat (AS): dengan kian memperkuat hubungan dengan Rusia di semua bidang, tak terkecuali di ketentaraan. Mulai kemarin (19/2) Iran menghelat latihan militer di Teluk Oman di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.

Laksamana Hassan Maghsadlou, juru bicara latihan militer tersebut menyebut, tujuan utama di balik kegiatan tersebut untuk mempromosikan keamanan dan kerja sama bahari di Teluk Oman dan sisi utara Samudera Hindia. "Latihan ini juga dimaksudkan untuk memperdalam ikatan persahabatan, memperluas kerja sama regional, terutama di antara negara-negara bertetangga," kata Maghsadlou, seperti dikutip dari Tehran Times.

 

Latihan militer dengan Rusia itu hanya berjarak tiga hari dari latihan militer Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz. Selat Hormuz adalah jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Garda Revolusi menggelar latihan tersebut dua hari, 16 dan 17 Februari. Pada latihan hari kedua, Iran sempat menutup sementara selat tersebut dari pelayaran dan penerbangan.

Dengan kode Kontrol Cerdas Selat Hormuz, latihan Garda Revolusi Iran itu berlangsung dekat tiga pulau di Teluk Persia yang dipersengketakan Iran dengan Uni Emirat Arab. Sejumlah pejabat Iran sempat mengancam akan menutup selat yang menjadi jalur penting pelayaran tanker minyak tersebut sebagai respons atas eskalasi dengan AS.

 

Baca Juga: Tentara Iran Siaga, Pasukan AS Tunggu Perintah Trump

 

Sekutu Lama

Iran dan Rusia merupakan sekutu lama. Dalam Perang Iran vs Iraq pada 1980-an misalnya, Moskow mendukung Teheran melawan sang tetangga yang didukung Washington DC.

Sejak kedua negara meneken Perjanjian Kerja Sama Strategis Komprehensif pada Januari 2025 dan diratifikasi serta diterapkan setahun kemudian, pertukaran kolaborasi Teheran-Moskow kian meningkat hingga ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selasa (17/2) lalu Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov juga berkunjung ke Teheran sekaligus untuk menghadiri Konferensi Komisi Bersama Iran-Rusia dalam Kerja sama Perdagangan dan Ekonomi edisi ke-19.

Meski membidangi energi, Tsivilyov sempat mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani. Dia menyebut, banyak hal dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Tuan Larijani belum lama ini berkunjung ke Moskow dan bertemu Presiden (Vladimir) Putin dan saya menyampaikan salam dari beliau," kata Tsivilyov. (ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global