Jagosatu.com– Ketegangan di wilayah perbatasan antara Israel, Lebanon, dan Suriah kembali memuncak. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan telah memulai operasi darat "terbatas dan terukur" yang kini semakin meluas ke beberapa titik krusial.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Israel untuk memperkuat pertahanan perbatasan utara serta membongkar infrastruktur militer yang diklaim milik kelompok Hizbullah.
Situasi di lapangan semakin panas setelah pihak Hizbullah mengklaim bahwa pasukan darat IDF telah mulai bergerak masuk ke area perbatasan. Meski demikian, pihak IDF menegaskan bahwa tindakan ini adalah respons terhadap eskalasi ancaman di wilayah utara yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Laporan dari sumber keamanan di lapangan menyebutkan bahwa pergerakan pasukan ini tidak hanya terpantau di selatan Lebanon, namun juga menunjukkan pergerakan aktivitas yang tidak biasa di sepanjang perbatasan Suriah.
Pemerintahan Suriah sendiri dilaporkan telah melakukan pengerahan pasukan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon, khawatir akan dampak konflik yang bisa memicu arus pengungsi maupun pergeseran kelompok milisi ke wilayah mereka.
Di sisi lain, ketegangan ini dipicu oleh dugaan penggunaan wilayah perbatasan oleh pihak tertentu untuk melancarkan serangan dari arah belakang. "Kami tidak akan membiarkan ancaman terhadap kedaulatan kami di perbatasan utara terus berlanjut," ujar juru bicara militer Israel dalam pernyataan singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kontak senjata skala besar antara kedua belah pihak, namun posisi pasukan di kedua sisi perbatasan dilaporkan dalam status siaga satu.
Masyarakat di wilayah sekitar perbatasan diimbau untuk waspada seiring dengan meningkatnya aktivitas militer di area tersebut.
Editor : Andria W