Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Suara Perdamaian dan Solidaritas dari Karpet Merah Oscars 2026

Pratama Karamoy • 2026-03-17 14:08:05

STOP THE WAR: Javier Bardem dan Saja Kilani di segmen red carpet Academy Awards 2026. Keduanya memakai pin simbol solidaritas dan mengutarakan seruan antiperang.
STOP THE WAR: Javier Bardem dan Saja Kilani di segmen red carpet Academy Awards 2026. Keduanya memakai pin simbol solidaritas dan mengutarakan seruan antiperang.

PERHELATAN Academy Awards 2026 atau Oscars bukan hanya tentang kemenangan film dan penampilan glamor para selebriti. Di balik kemewahan dan sorotan kamera di karpet merah Dolby Theatre, Los Angeles, sejumlah bintang Hollywood memanfaatkan panggung global itu untuk menyampaikan pesan politik. Khususnya terkait konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah, termasuk perang di Gaza dan Iran. 

Beberapa aktor dan sineas datang dengan simbol kecil namun sarat makna. Mereka mengenakan pin, lencana, hingga aksesori tertentu sebagai bentuk solidaritas dan seruan perdamaian. Aksi tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap konflik regional yang kembali memanas.

Aktor Spanyol Javier Bardem menjadi salah satu figur yang mencuri perhatian. Dia mengenakan pin bertuliskan "No a la Guerra" atau "Tidak untuk perang". Pin tersebut bukan aksesori baru bagi Bardem. Dia pernah mengenakannya pada 2003 saat memprotes perang Irak.

 

Di karpet merah Academy Awards tahun ini, Bardem juga terlihat mengenakan pin bergambar Handala. Simbol itu diciptakan oleh kartunis Palestina Naji al-Ali dan selama puluhan tahun menjadi lambang perjuangan serta identitas rakyat Palestina.

"Kita berada di sini 23 tahun kemudian dengan perang ilegal lainnya, yang diciptakan oleh Trump dan sekutunya dengan kebohongan lain untuk menjatuhkan rezim tersebut," ujar Bardem dalam wawancaranya dengan The Hollywood Reporter.

Sementara pesan solidaritas terhadap korban perang bergema di karpet merah, film-film yang mengangkat konflik atau kisah di Timur Tengah kurang beruntung di acara penghargaan. Film The Voice of Hind Rajab, yang mengisahkan kematian tragis seorang gadis Palestina berusia lima tahun di Gaza, masuk nominasi kategori Film Fitur Internasional. Film menyentuh upaya tim penyelamat yang berusaha menjangkau korban di tengah serangan militer. Namun, film kalah dari film Norwegia, Sentimental Value.

 

Baca Juga: Jepang-Australia Tolak Ikuti Trump

 

Hal serupa juga dialami film dokumenter Cutting Through Rocks. Film besutan Mohammadreza Eyni dan Sara Khaki itu gagal mendapat piala di kategori Film Dokumenter Fitur Terbaik. Dokumenter itu memaparkan cerita Sara Shahverdi, perempuan pertama yang menjadi anggota dewan di sebuah desa di Zanjan, Iran.

Meski filmnya tak membawa pulang piala, aktris film The Voice of Hind Rajab Saja Kilani hadir dan bersuara tentang konflik yang terjadi. "Saat ini tidak ada gencatan senjata. Pembunaman masih terjadi sampai hari ini. Kehancuran dan pengungsian terjadi di banyak tempat di dunia," katanya.

Dia menyebut sejumlah wilayah yang menurutnya terdampak konflik berkepanjangan, mulai dari Palestina hingga Iran. "Palestina, Lebanon, Iran, bahkan Venezuela. Ini adalah seruan untuk gencatan senjata permanen," tambahnya.

Aktor Palestina Motaz Malhees, yang juga berperan di The Voice of Hind Rajab, tidak dapat hadir di malam penghargaan. Malhees mengatakan dia tidak bisa melakukan perjalanan ke Amerika Serikat (AS) akibat larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintah AS saat ini terhadap pemegang dokumen perjalanan Otoritas Palestina.

Melalui unggahan di Instagram, Malhees mengungkapkan kekecewaannya sekaligus tekad untuk tetap bersuara. "Ini menyakitkan. Tetapi inilah kenyataannya: Anda bisa memblokir paspor, tetapi tidak bisa memblokir suara," tulisnya. (lai/len/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global #Oscar