Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Tiongkok

Pratama Karamoy • Rabu, 15 April 2026 - 09:19 WIB
Selat Hormuz
Selat Hormuz

 

KETEGANGAN di Selat Hormuz menguap setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Meski situasi memanas, kapal-kapal asal Tiongkok masih dapat melintasi jalur strategis tersebut dengan aman.

Mengutip Anadolu Agency, data Marine Traffic menunjukkan kapal milik Shanghai Xuanrun Shipping tetap beroperasi di kawasan itu. Kapal tanker tersebut mengangkut minyak dan bahan kimia, berangkat dari Sharjah, Uni Emirat Arab, dan tengah menuju Tiongkok.

Pada waktu hampir bersamaan, kapal tanker lain yang berangkat dari terminal ekspor minyak di Pulau Kharg, Iran, juga terdeteksi memasuki Selat Hormuz. Namun, kapal tersebut menyiarkan data Automatic Identification System (AIS) palsu, seolah-olah berasal dari Arab Saudi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa keamanan Selat Hormuz sangat krusial bagi perdagangan global. Dalam percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dikutip Tasnim News Agency, Pezeshkian menekankan komitmen Iran terhadap hukum internasional dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Ia menyebut, Iran telah menyampaikan syarat gencatan senjata secara terbuka dan tetap berpegang pada komitmen tersebut. Namun, perundingan di Islamabad pada 11 April belum menghasilkan kesepakatan final. Menurut Pezeshkian, tuntutan berlebihan serta minimnya kemauan politik dari pihak Amerika Serikat menjadi penghambat utama.

 

Baca Juga: RI-AS Teken Kerja Sama Militer, Akses Udara Masih Dibahas

 

Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Ia menilai perubahan sikap Washington dan tuntutan yang terus bergeser membuat negosiasi sulit mencapai titik temu. "Iran memasuki perundingan dengan pendekatan bertanggung jawab dan itikad baik, meskipun tidak menaruh kepercayaan pada Amerika," ujarnya.

Di sisi lain, Prancis mendorong solusi diplomatik dan berharap dialog lanjutan dapat menghasilkan kesepakatan. Paris juga menekankan pentingnya memasukkan isu Lebanon dalam kerangka gencatan senjata awal, termasuk pembahasan aspek hukum terkait Selat Hormuz. (lyn/oni)

Editor : Pratama Karamoy
#global #selat hormuz