Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Iran Gempur Depo Bahan Bakar Pangkalan Militer AS

Pratama Karamoy • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:09 WIB
TARGET RUDAL: Rekaman kamera pengintai menunjukkan serangan Iran menghantam pangkalan militer AS di Bahrain, Senin (13/7).
TARGET RUDAL: Rekaman kamera pengintai menunjukkan serangan Iran menghantam pangkalan militer AS di Bahrain, Senin (13/7).

 

TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menghantam sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Yordania. Dalam serangan rudal dan drone tersebut, IRGC mengaku membakar depo bahan bakar di pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain serta menyerang pangkalan udara Amerika di Yordania.

Dilansir dari Middle East Eye, IRGC menyatakan serangan itu merupakan bagian dari operasi balasan terhadap aksi militer Amerika. Selain depo bahan bakar, Iran mengklaim berhasil melumpuhkan sejumlah sistem pertahanan dan pengawasan milik AS.

Hancurkan Sistem Radar

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut sasaran yang dihancurkan meliputi radar Patriot, radar pengendali udara Armada Kelima, sistem radar peringatan dini C-RAM, hingga pusat kendali dan pemantauan kapal permukaan tanpa awak. "Operasi pembalasan terus berlanjut," demikian pernyataan IRGC. Iran juga mengaku menyerang pangkalan udara Amerika di Yordania. Bersamaan dengan itu, IRGC menyerukan masyarakat Yordania agar menolak keberadaan pangkalan militer Amerika di negara tersebut.

Baca Juga: Polisi: Bom di MAN 3 Padang Diarahkan ke Pelaku Perundungan

Lemahkan Kemampuan Militer

Di sisi lain, Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan militer terhadap Iran. Berdasarkan laporan The Guardian, militer AS kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran untuk malam ketiga secara berturut-turut.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap warga sipil maupun kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

"Serangan-serangan ini akan terus memberikan kerugian besar bagi pasukan Iran dan mengurangi kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil yang tidak bersalah serta kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," demikian pernyataan resmi CENTCOM. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
global