Pentagon Minta Tambahan Anggaran USD 70 Miliar untuk Serang Iran

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:01 WIB
BIAYA MAHAL: Pasukan AS meluncurkan serangan yang menyasar fasilitas militer Iran selama sebelas malam berturut-turut. (Foto: AS (CENTCOM)/AFP)
BIAYA MAHAL: Pasukan AS meluncurkan serangan yang menyasar fasilitas militer Iran selama sebelas malam berturut-turut. (Foto: AS (CENTCOM)/AFP)

 WASHINGTON – Biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran terus membengkak. Pemerintah AS kini memperkirakan konflik yang berlangsung sejak Februari 2026 itu telah menghabiskan dana USD 37,5 miliar atau sekitar Rp 609 triliun.

Dilansir dari Al Jazeera, angka tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Amerika Pete Hegseth saat memberikan keterangan dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat Amerika Selasa (21/7) waktu setempat. Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine juga mengajukan anggaran pertahanan sebesar USD 1,5 triliun atau setara Rp 26,8 kuadriliun, termasuk hampir USD 70 miliar yang dialokasikan khusus untuk perang melawan Iran.  "Angka tersebut mencakup biaya operasi militer serta pemeliharaan hingga akhir September 2026," kata Hegseth saat menjawab pertanyaan Senator Partai Demokrat Dick Durbin.

Nilai terbaru itu meningkat sekitar USD 8 miliar dibandingkan estimasi yang dirilis pemerintahan Presiden Donald Trump pada Mei lalu, yakni sebesar USD 29 miliar. Meski demikian, sejumlah lembaga menilai biaya sebenarnya jauh lebih besar. Moody's Analytics memperkirakan dampak ekonomi domestik perang dapat mencapai USD 150 miliar apabila memperhitungkan kenaikan harga energi dan efek lanjutan terhadap perekonomian Amerika.

Baca Juga: Polisi Masih Sterilkan Rumah yang Hancur di Medan, Kompor dan Jaringan Gas Terindikasi sebagai Pemicu Ledakan

Pada Senin (20/7), Trump menegaskan Iran akan membayar karena dua tentara Amerika tewas dalam serangan selama akhir pekan. Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga mengancam akan menyerang fasilitas energi dan jembatan di Iran. Selain itu mengirim pasukan darat untuk merebut Pulau Kharg, hingga membombardir fasilitas bawah tanah yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain. Sejauh ini, serangan Amerika banyak menyasar lokasi-lokasi strategis yang digunakan Iran untuk mempertahankan pengaruhnya di Selat Hormuz.

Iran menegaskan akan terus menyerang aset-aset milik Amerika di kawasan Timur Tengah. Serangan terbaru dilaporkan menyebabkan fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi di Kuwait terbakar, sementara sejumlah sasaran di Bahrain dan Yordania juga terkena serangan. Kelompok Houthi di Yaman turut mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
global