SAN FRANCISCO – OpenAI mengungkap sebuah insiden keamanan yang disebut sebagai salah satu kasus pertama ketika sistem AI melakukan tindakan peretasan secara mandiri terhadap perusahaan AI lain. Perusahaan pembuat ChatGPT itu menyatakan, agen AI miliknya berhasil menemukan celah keamanan, menggunakan kredensial yang dicuri, dan mengakses server Hugging Face saat menjalani evaluasi kemampuan model.
Insiden tersebut terjadi setelah Hugging Face mendeteksi penyusupan pada sistem pemrosesan datanya pekan lalu. Alih-alih dilakukan langsung oleh peretas manusia, serangan itu diduga berasal dari agen AI yang mampu menjalankan rangkaian tindakan sendiri untuk mencapai tujuan tertentu."Itu adalah insiden siber yang signifikan. Pelajarannya (dari kejadian itu) adalah kebutuhan agar keamanan model AI harus berkembang seiring dengan peningkatan kemampuannya," kata CEO OpenAI Sam Altman dilansir dari Associated Press.
Baca Juga: Pentagon Minta Tambahan Anggaran USD 70 Miliar untuk Serang Iran
Menurut OpenAI, serangan tersebut melibatkan kombinasi beberapa model AI, termasuk model GPT-5.6 yang baru dirilis serta model lain yang masih dalam tahap pengujian internal.
Sementara itu, CEO sekaligus pendiri bersama Hugging Face, Clement Delangue, mengatakan bahwa pihaknya sempat menduga serangan tersebut berasal dari laboratorium AI terkemuka karena tingkat kecanggihannya. "Kami menduga serangan siber pekan lalu mungkin berasal dari laboratorium terdepan mengingat kecanggihan agen tersebut. Ternyata, memang demikian," ucap Delangue. (din/dns)
Editor : Pratama KaramoySumber : Koran Jawa Pos