Buka Diplomasi, AS Dua Hari Tak Serang Iran

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:48 WIB
HARI TENANG: Papan reklame yang menyerukan pembalasan terhadap Presiden AS Donald Trump di Jalan Jomhouri, Teheran, Iran, kemarin (27/7). (Foto: AFP)
HARI TENANG: Papan reklame yang menyerukan pembalasan terhadap Presiden AS Donald Trump di Jalan Jomhouri, Teheran, Iran, kemarin (27/7). (Foto: AFP)

 

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) tidak melancarkan serangan terhadap Iran selama dua hari berturut-turut. Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan jeda tersebut bukan karena kekurangan amunisi, melainkan untuk memberi kesempatan bagi jalur diplomasi.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz mengatakan Presiden Donald Trump sengaja menunda aksi militer agar perundingan dengan Iran memiliki peluang untuk berkembang. "Presiden sedang memberi ruang bagi pembicaraan. Dia memberi sedikit kesempatan bagi diplomasi," ujar Waltz, kemarin (27/7), seperti dikutip BBC.

Meski menghentikan serangan sementara, Waltz menegaskan Washington belum mengesampingkan opsi militer. Menurut dia, Trump masih membuka semua pilihan apabila situasi kembali memburuk.

Baca Juga: Kementerian PU Percepat Penanganan Permanen 47 Jembatan Pascabencana

Waltz juga membantah laporan yang menyebut pemerintah AS khawatir eskalasi konflik akan menguras persediaan amunisi pertahanan udara. "Militer Amerika Serikat memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi ini seefektif yang diperlukan," tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah hampir dua pekan Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan yang mengakhiri gencatan senjata yang sempat disepakati pada Juni lalu. Di sisi lain, juru bicara militer Iran menyatakan Teheran telah menghentikan serangan balasan di kawasan sebagai respons terhadap perkembangan terbaru. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
global