Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Pratama Karamoy • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:18 WIB
FITUR BARU: Presiden dan CEO Siemens AG Roland Busch menggunakan kacamata pintar Ray-Ban Meta yang terintegrasi dengan AI. Apple juga memproduksi kacamata pintar. (Foto: CAROLINE BREHMAN/AFP)
FITUR BARU: Presiden dan CEO Siemens AG Roland Busch menggunakan kacamata pintar Ray-Ban Meta yang terintegrasi dengan AI. Apple juga memproduksi kacamata pintar. (Foto: CAROLINE BREHMAN/AFP)

 

CUPERTINO - Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan aspek privasi diperkirakan memaksa Meta memperkuat fitur keamanan pada perangkat kacamata pintarnya.

Dilansir dari The Verge, kemarin (27/7), Apple tengah mengembangkan kacamata pintar yang dirancang dengan pendekatan privasi sebagai nilai utama. Langkah tersebut dinilai menjadi pembeda dari produk Meta Ray-Ban yang selama ini menuai kekhawatiran terkait penggunaan kamera dan potensi perekaman tanpa sepengetahuan orang di sekitar pengguna.

Laporan Bloomberg menyebut Apple berupaya menghindari fitur-fitur yang dianggap kontroversial, seperti pengenalan wajah, perekaman visual yang selalu aktif, hingga penggunaan rekaman pengguna untuk melatih model AI. "Sebagai gantinya, sebagian besar pemrosesan data dilakukan langsung di perangkat sehingga informasi pribadi tidak perlu dikirim ke server," ungkap laporan tersebut.

Apple bahkan disebut pernah menguji prototipe kacamata tanpa kamera atau kamera yang hanya berfungsi mendukung fitur AI tanpa dapat mengambil foto maupun merekam video. Pendekatan tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian industri terhadap isu privasi pada perangkat AI yang digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Mitsubishi Siap Produksi 1.000 Robot Humanoid Per Bulan

Persaingan ini diperkirakan akan mendorong Meta ikut meningkatkan standar perlindungan privasi pada generasi berikutnya dari kacamata pintarnya. Selama ini Meta telah menyediakan lampu indikator saat kamera aktif, namun berbagai kelompok pemerhati privasi menilai perlindungan tersebut masih perlu diperkuat seiring semakin canggihnya kemampuan AI.

Jika tren ini berlanjut, perlombaan kacamata pintar tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan fitur AI, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan menjaga data dan privasi penggunanya. Privasi diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kepercayaan konsumen dalam memilih perangkat AI generasi baru. (din/gas)

Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos
global