YERUSALEM – Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat. Mereka menilai eskalasi tersebut mengancam keamanan Israel dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan.
Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka yang ditandatangani hampir 600 mantan pejabat Israel, termasuk anggota kelompok Commanders for Israel's Security (CIS), menjelang pertemuan Trump dengan Netanyahu di Washington, Senin (28/7).
Baca Juga: Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara
Dalam surat tersebut, para mantan pejabat memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan di Tepi Barat harus segera dihentikan. Mereka menilai pembiaran terhadap aksi para pemukim dapat memperburuk situasi keamanan dan merugikan kepentingan Israel maupun AS di Timur Tengah.
"Jika tidak segera dihentikan secara tegas, meningkatnya kekerasan di Tepi Barat dapat memicu konflik yang lebih luas dan membawa konsekuensi serius bagi keamanan Israel serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan," tulis CIS seperti dikutip Al Jazeera.
Kelompok itu menyatakan hanya Trump yang memiliki pengaruh politik yang cukup kuat untuk mendorong Netanyahu mengambil tindakan tegas. (lyn/gas)
Editor : Pratama KaramoySumber : Koran Jawa Pos