JAGOSATU.COM - Banyak di sekitar kita orang melaksanakan puasa Daud. Tidak sedikit pula umat Islam melaksanakan puasa rutin Senin-Kamis. Lalu, apa sebetulnya Puasa Daud itu? Bagaimana cara melaksanakannya dan bagaimana hukumnya?
Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunnah yang bisa dikerjakan umat Islam. Sesuai dengan namanya, puasa ini adalah amalan yang bisa dikerjakan Nabi Daud AS.
Dikutip dari buku Kedahsyatan Puasa karya M. Syukron Maksum, puasa ini dikerjakan secara selang seling. Yakni sehari berpuasa dan sehari berikutnya tidak, begitu seterusnya.
Hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang lebih Allah sukai adalah puasa Nabi Daud, dan sholat yang lebih disukai Allah adalah salat Daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur sepereamnya, dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari (selang seling)."
Puasa Daud dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah sunah. Puasa ini juga menjadi sarana melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta membiasakan diri menjalankan ibadah secara konsisten.
Dikutip dari buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Setiawan, secara spiritual, puasa Daud memiliki keutamaan yang sangat besar. Orang yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala yang berlimpah, diampuni dosa-dosanya, dan ditinggikan derajatnya di sisi Allah SWT.
Tak hanya itu, puasa Daud juga dapat membantu membersihkan hati, menjernihkan pikiran, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Jika dilihat dari segi kesehatan, puasa Daud juga memiliki manfaat bagi kesehatan fisik. Dengan berpuasa secara teratur, tubuh akan menjadi lebih sehat, kuat, dan terhindar dari berbagai penyakit. Puasa Daud juga dapat membantu mengendalikan hawa nafsu dan mencegah perbuatan maksiat.
Puasa Daud bisa membawa manfaat besar, seperti melatih kesabaran, keistiqomahan dalam ibadah, pengendalian emosi, dan meningkatkan ketenangan pikiran bagi mereka yang menjalankan puasa Daud.
Keutamaan Puasa Daud
1. Puasa Sunah yang Paling Utama
Salah satu keutamaan puasa Daud adalah puasa sunah yang paling utama. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang menyebut pola puasa sehari dan berbuka sehari sebagai puasa Daud.
Keutamaan tersebut menunjukkan bahwa puasa tidak harus dilakukan setiap hari untuk memperoleh keutamaan ibadah. Puasa yang dijalankan secara teratur dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW juga memiliki nilai yang besar.
2. Melatih Kesabaran dan Mengendalikan Hawa Nafsu
Puasa mengajarkan seseorang menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Selain menahan lapar dan haus, orang yang berpuasa juga dianjurkan menjaga ucapan dan perilaku. Puasa Daud dapat menjadi latihan untuk membangun kedisiplinan serta mengendalikan keinginan yang berlebihan.
3. Mengikuti Amalan Nabi Daud AS
Puasa ini dinamakan puasa Daud karena merupakan ibadah yang dijalankan Nabi Daud AS. Rasulullah SAW menjelaskan pola puasa tersebut kepada Abdullah bin Amr bin Ash RA ketika ia ingin memperbanyak ibadah puasa.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa tubuh, mata, dan keluarga memiliki hak yang harus dipenuhi. Karena itu, ibadah sunah hendaknya dilakukan tanpa mengabaikan kewajiban dan kebutuhan yang lain.
Niat Puasa Daud
Merujuk buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Dr. Muh. Hambali, M., untuk puasa sunah Daud, niat dapat dilakukan pada malam hari maupun pada siang hari sebelum tergelincir matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Berikut bacaan niat puasa Daud:
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma Dāwūda sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya berniat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa Daud
Tata cara puasa Daud pada dasarnya sama dengan puasa sunah lainnya. Perbedaannya terletak pada pola pelaksanaannya, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa secara bergantian.
1. Menentukan hari puasa dan hari tidak berpuasa
Puasa Daud dilakukan dengan pola satu hari berpuasa, kemudian satu hari tidak berpuasa. Pola ini diteruskan secara bergantian sesuai kemampuan.
2. Berniat puasa
Niatkan puasa karena Allah SWT. Niat dapat dilakukan dalam hati.
3. Makan sahur jika memungkinkan
Sahur merupakan sunah dalam puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk bersahur karena terdapat keberkahan di dalamnya.
4. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
Sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, orang yang berpuasa menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
5. Menjaga perilaku selama berpuasa
Orang yang berpuasa hendaknya menjaga lisan, menjauhi perbuatan buruk, serta memperbanyak amal saleh. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih ketakwaan.
6. Berbuka ketika matahari terbenam
Puasa diakhiri ketika matahari terbenam atau masuk waktu Magrib. Setelah itu, seseorang dapat makan dan minum seperti biasa sebelum kembali menjalankan puasa pada hari berikutnya sesuai jadwal puasa Daud.(dbs/dbi/dvs/lus)
Editor : Hairil Paputungan