Yesaya 43:22-28
Dosamu Diampuni
"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dasamu." (25)
Sabat Teruna, searang pria bemama William memiliki hutang pada majikannya dan ia tidak mampu untuk membayarnya. la memutuskan untuk melarikan diri, namun kemudian tertangkap. Di luar dugaan, sang majikan ternyata tidak mengungkit masalah utang William. la justru bertanya tentang alasan William lari dari tempat kerjanya. Setelah mengetahui alasan William, sang majikan pun berkata, "utangmu bukan hal besar bagiku. Aku bersedia menghapusnya asal kau mau bekerja lagi di tempatku." Mendengar hal itu, William pun menangis dan mengucapkan terimakasih untuk kebaikan hati majikannya.
Sobat Teruna, kisah William ini mengingatkan kita akan apa yang telah dilakukan Tuhan bagi kita. Tuhan telah hadir untuk membebaskan kita dari segala belenggu akibat dari dosa-dosa yang kita lakukan. Kita patut bersyukur karena Tuhan telah berkenan untuk tidak mengingat-ingat dosa yang kita lakukan. Jelas di sini bahwa Tuhan bukanlah pendendam. Tuhan tidak menghadirkan dirinya sebagai Tuhan yang menaruh dendam akibat pelanggaran yang kita perbuat. Jika hal ini yang terjadi, maka tidak ada satu pun di antara kita yang akan selamat dari kemarahan dan hukuman, pula, tidak ada yang akan masuk ke sorga, yang telah disediakan Tuhan. Maka bersyukurlah kepada Tuhan Yesus yang telah mengasihi kita dengan luar biasa. Ketika Tuhan Yesus menyatakan, "Dosamu Ku ampuni," maka itulah titik peralihan yang membangkitkan sukacita besar dalam hati kita.
Sobat Teruna, tentu kita tidak baleh berhenti pada sekedar menerima kasih dan pengampunan dari Tuhan. Mari kita juga menebarkan kasih Tuhan itu kepada siapapun yang pernah melakukan kesalahan dan kejahatan kepada kita dengan mengampuni mereka. Dengan kita mengampuni mereka, mereka pun akan dapat melihat dan merasakan kasih Allah dalam kehidupan mereka.
Doa: "Ya Tuhan terpujilah nama Tuhan yang telah menebus sega/a dosaku dan berkenan untuk tidak mengingat-ingatnya. Mampukan kami untuk dapat juga mengasihiMu dalam ketulusan. "Amin
Editor : Alfianne Lumantow