Matius 6:5-14
Pamer
Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. (Ayat 5)
Budaya pamer di media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Bukan hanya barang-barang yang dipamerkan, saat-saat berdoa pun adakalanya dipamerkan. Lalu doanya tersebut diungkapkan dengan kata-kata yang berlebihan dan bertele-tele agar terlihat saleh. Berdoa adalah berdialog dengan Tuhan. Kita berdialog dengan Tuhan karena Dia adalah sosok yang kita yakini dapat dipercaya. Kebiasaan untuk pamer saat berdoa dilakukan oleh orang Farisi (ayat 5). Mereka berdoa di tempat yang terlihat orang agar tampak saleh.
Memamerkan saat berdoa adalah sikap orang munafik. Berdoa selayaknya dilakukan di dalam ruang private, karena kita ingin fokus untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Jangan menjadikan proses berdoa sebagai bagian dari pertunjukan atau pameran agar terlihat sebagai orang beriman. Sikap ini adalah sikap orang munafik.
Selain menghindari berdoa untuk dipamerkan, berdoa juga tidak perlu bertele-tele. Doa yang bertele-tele adalah doa orang yang tidak mengenal Allah. Di dalam Matius 6:8, ditegaskan bahwa Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan. Dengan demikian di dalam Matius 6:9-14, diajarkan doa Bapa Kami sebagai contoh doa yang sederhana.
Doa Bapa Kami menjadi pedoman umat kristiani yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya di Perjanjian Baru. Doa itu menghubungkan antara manusia dan Allah Bapa dalam mencari kehendak hidup, serta meminta dan memberikan pengampunan. Doa Bapa Kami mencakup tiga pokok utama doa, yaitu pujian kepada Bapa di surga, permohonan yang disampaikan, dan penyerahan diri. Doa Bapa Kami adalah doa yang lengkap dan singkat. Sobat teruna ingat doa Bapa Kami? Bila belum, yuk belajar. Jangan lupa untuk berdoa di ruang private, tidak perlu pamer.
Doa: Bapa kami yang ada di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikalnlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kmi; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kmi dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Editor : Alfianne Lumantow