Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 16 Mei 2024, Lukas 9:18-21 HABITUASI BERDOA

Alfianne Lumantow • 2024-05-16 16:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Lukas 9:18-21

HABITUASI  BERDOA

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang dirl, datanglah murld-murid-Nya kepada-Nya. Lalu la bertanya kepada mereka: Kata orang banyak, siapakah Aku ini? (ay.18)

Oswald Chamber menulis bahwa "jawaban terbesar sebuah doa adalah ketika orang yang berdoa memiliki pemahaman yang semakin benar tentang Yesus yang menjadi Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya."  Orang tersebut akan menjalani hidup ini dengan penuh rasa takut pada Tuhan,  mengasihi sesama dengan sungguh-sungguh.  Sekarang  pertanyaannya adalah apakah kita memiliki kebiasaan dalam berdoa?

Yesus selalu memperlihatkan kebiasaannya dalam berdoa. Berdoa bisa dilakukan bersama dengan keluarga ataupun seorang din. Sebelum memulai segala sesuatunya, Yesus  selalu memperlihatkan kebiasaan berdoa. Doa  menjalin  relasi  yang semakin utuh tentang arti dan tujuan hidup yang tengah kita jalani dalam dunia. Doa yang biasa dilakukan seorang diri dapat menolong kita untuk memiliki pemahaman dan kedekatan kita kepada Tuhan. Ketika  Yesus sedang berdoa seorang diri dan murid-murid-Nya datang untuk bercakap-cakap, maka tampaklah esensi dari percakapan  tersebut  bahwa tidak  semua  mengenal diri  Yesus, mereka menduga-duga tentang jati diri Yesus yang disangka  para murid sebagai Yohanes Pembaptis, Elia dan nabi-nabi dahulu yang telah  bangkit.  Hanya Petrus yang bisa menjawab dengan tepat bahwa  Yesus  adalah  Mesias.   Jawaban  Petrus  memperlihatkan kebenaran bahwa  Yesus  memang Mesias yang telah dinanti-nantikan oleh orang Israel. Lalu mengapa Yesus melarang Petrus menyebarluaskan  kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama sebagai Juruselamat. Serita ini tidak boleh disebarluaskan sesuai dengan waktu Tuhan.

Kita patut bersyukur untuk Tuhan Yesus Sang Juruselamat dunia, Sang Mesias yang datang untuk menyelamatkan manusia sehingga kita  akan  mengikuti pola hidup atau habituasi Sang Juruselamat yaitu  memiliki  jam  doa seorang diri agar dalam banyak hal kita memiliki hikmat dalam berkata-katadan berbuat.

 

Doa : (Tuhan Yesus, terima  kasih untuk waktu doa yang selalu Engkau berikan.  Kami semakin dekat dan yakin bahwa Engkau selalu memelihara  hidup kami). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT