JAGOSATU.COM -Jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Minahasa 2024, warga makin gencar mengaspirasikan Audy Karamoy (AKmoy) sebagai Calon Bupati (Cabup) Minahasa yang sudah mendaftar di Partai Gerindra. Ya,
Relawan Forum Tou Minahasa (FTM) di 25 Kecamatan dan 270 Desa/Kelurahan se-Minahasa bergerak masif dan berinisiatif pribadi mensosialisasikan AKmoy, melalui baliho, media sosial hingga diskusi sosialisasi ke masyarakat.
Banjirnya dukungan akar rumput bukan tanpa sebab. AKmoy yang juga Owner Moy Residence ini jadi semangat baru warga Tondano, Ibukota Minahasa.
Ada 50.997 pemilih basis Tondano Raya. Belum ditambah daerah sekelilingnya, Remboken, Eris, Lembean Timur, Kombi hingga Kakas ada 52.815 pemilih.
Baca Juga: Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 18 Mei 2024, Lukas 21:34-37 KEKUATAN DOA
Total ada 103.812 basis pemilih atau nyaris 40 persen dari 265.000 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pileg 2024, yang merindukan suami Pnt Linda Masengi ini maju sebagai Cabup Minahasa.
"AKmoy yang sudah mapan secara ekonomi, menjadi harapan baru dalam membangun Minahasa menjadi daerah yang maju,” ujar Sekretaris Forum Tou Minahasa Jeane Maengkom SH MH.
"Kesediaan diri Pak Audy Karamoy dalam Pilkada Minahasa harus disyukuri, karena memang Kabupaten Minahasa membutuhkan figur yang bisa membawa perubahan untuk kemajuan Minahasa.
Apalagi sebagai Putra Tondano, Pak Audy Karamoy sangat mengerti keadaan Minahasa. Apabila Partai Gerindra menjadi kendaraan politik, akan sangat sinkron dengan pemerintah pusat, dimana Ketua Umum Partai Gerindra (Prabowo Subianto, red) adalah Presiden RI yang terpilih oleh mayoritas masyarakat Indonesia,” sambung Eddyson Masengi
"Pak Audy Karamoy menjadi tokoh pembangunan pariwisata di Minahasa, yang memiliki jaringan keluarga besar dan komunitas yang besar.
Sosok tokoh pariwisata sangat dibutuhkan Minahasa untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggerakkan perekonomian untuk menciptakan lapangan pekerjaan," nilai Pengamat Politik Minahasa Ariel Pontoh.
"Figur baru dari Tondano lebih menjual dan menjanjikan. Sebab, belum ada dosa politik dan jejak rekam yang bisa dinilai warga untuk semua bakal calon dengan beranekaragam latar belakang," kunci Pontoh. (mpd)
Editor : Nur Fadilah