Kisah Para Rasul 2:22-24
YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN
"Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu." (ayat 24)
Semua kita pada waktu yang ditetapkan-Nya pasti akan mati. Kematian akan datang menjemput saudara dan saya lalu jasad kita akan dibenamkan di dalam kubur. Bisakah manusia yang telah mati dan jasadnya dibenamkan di dalam kubur, bangkit dari kubur dan hidup kembali? Jawabannya: tidak bisa! Jasad yang telah dibenamkan di dalam kubur tidak akan bangkit lagi. Selamanya kita akan berada di dalam kubur, sebab maut adalah kuasa paling dahsyat yang menakutkan dan membelenggu. Manusia tidak bisa membebaskan dirinya sendiri dari belenggu maut. Hal yang berbeda terjadi dalam diri Yesus, yang tidak dapat dibatasi oleh belenggu kuasa maut yang menakutkan.
Kisah Para Rasul 2:22-24 adalah sebagian dari khotbah rasul Petrus di hadapan orang-orang Yahudi yang sedang berkumpul di Yerusalem pada hari raya Pentakosta Yahudi. Dalam pertemuan itu sesuai janji Yesus, Allah mencurahkan Roh Kudus ke atas murid-murid Yesus. Rasul Petrus yang dipenuhi Roh Kudus dengan sangat berani tampil di hadapan orang-orang Yahudi dan berkata: "Dia yang telah kamu salibkan dan kamu bunuh ... Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut ... (ay. 23 dan 24).
Yesus yang telah dihukum mati di kayu salib dan mayat-Nya telah dibenamkan di dalam kubur, telah bangkit dari kubur dan hidup. Maut tidak mampu membelenggu Yesus selamanya di dalam kubur sebab Yesus jauh lebih berkuasa dari maut karena Dia adalah Tuhan pemilik kehidupan. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15 mengingatkan kita bahwa dalam persekutuan dengan Yesus, maut tidak lagi menjadi kuasa paling dahsyat dan paling menakutkan.
Doa: (Tuhan Yesus, Engkau telah mengalahkan maut dan bangkit dari kubur dan hidup. Sebab Engkau adalah Tuhan Mahakuasa). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow