Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 26 Mei 2024, 3 Yohanes 1:1-4 ORANG MEMULIAKAN TUHAN LEWAT KESAKSIAN KITA

Alfianne Lumantow • 2024-05-26 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

3 Yohanes 1:1-4

ORANG MEMULIAKAN TUHAN LEWAT KESAKSIAN KITA

Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.  (ay.3)                  

Dalam perikop bacaan kita hari ini ada tiga tokoh yang penulis Yohanes,  Gayus yang ditujukan suratnya ini (ay. 1) dan mereka yang disebut dalam ayat 3,  yaitu  beberapa saudara yang memberi kesaksian tentang tindakan Gayus.

Siapakah Gayus itu? la seorang yang bertobat melalui Rasul Paulus, penduduk asli Makedonia (Kisah Para Rasul 19:29). Gayus dilaporkan oleh seorang penatua (ay. 1) - yang membangun relasi dengannya dan beberapa  orang saudara 'hidup  dalam kebenaran' (ay.3). Penulis  Yohanes pun memuji dan berdoa bagi Gayus karena kesetiaannya   terhadap Firman Allah (ay. 1:2-4) serta kesetiaannya terhadap utusan Allah (ay 1:5-8). Kalau kebenaran dalam surat-surat Yohanes adalah cara unik Penulis Yohanes untuk mengacu  kepada kehidupan Yesus.       

"Hidup dalam kebenaran" berpadanan makna dengan "Berjalan dalam Kebenaran" dalam  bahasa aslinya. Istilah tersebut menunjukkan sikap iman yang aktif dan konkret dalam hidup Gayus. Sikap  imannya nyata disaksikan oleh para sahabatnya dan membangkitkan  sukacita dalam  diri penulis. ltulah  yang kita pelajari di ayat selanjutnya,  terutama  ay.5-6  bahwa  Gayus  bertindak dan berbuat  sesuatu  untuk  saudara-saudara sekalipun mereka adalah orang asing. Kedua,  mereka  inilah kemudian memberikan kesaksian di hadapan jemaat bagaimana kasih yang dimiliki  Gayus. 

Iman Kristen bukanlah sekadar teori atau ide abstrak,  melainka hidup secara konkret. ltulah yang disadari dan dijalani Gayus sebagai alat Tuhan.  Demikianlah juga hendaknya sebagai orang-orang  percaya,  kita juga adalah alat di tangan Tuhan.  Setiap tindakan kita (perkataan,  pikiran dan perbuatan) akan sang memengaruhi (berdampak positif  maupun negatif) kehidupan orang lain di sekitar kita. Biarlah dampak positif yang kita  pikirkan, katakan dan lakukan.

 

Doa: (Ya Tuhan, pimpinlah kami untuk hidup di dalam kebenaran sehingga hidup kami memberikan dampak positif bagi sesama). Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT