Keluaran 1:1-14
RANCANGAN KESELAMATAN TUHAN
Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu. (ay.12)
Teologi Kristen yang membahas tentang keselamatan, yaitu soteriologi, dikatakan bahwa manusia hanya selamat karena imannya kepada Kristus. Keselamatan diwujudkan dalam praktik hidup yang sejalan dengan iman itu. Artinya, antara iman yang mengandalkan anugerah dan kemurahan Tuhan dengan praktik serta perbuatan Iman tidak ada yang bertolak belakang. Iman membuahkan perbuatan baik dan perbuatan baik respon iman kepada Allah yang benar.
Dalam rangka keselamatan itu, ada dua pandangan yang bertolak belakang. Pertama, keselamatan dianggap datang dari pihak manusia melalui amal dan perbuatannya. Kedua, keselamatan datang dari pihak Tuhan yang mengerjakan tindakan penyelamatan itu. Nampaknya, Alkitab, dalam rangka menjelaskan tentang keselamatan lebih memilih model yang kedua. Keselamatan adalah prakarsa dan inisiatif dari Tuhan. Tuhan sendiri yang mengerjakan karya keselamatan itu kepada manusia dan ciptaan lainnya. Karena konsepnya demikian, maka Israel pun mengenal Allah sebagai la yang bertindak. Allah dikenal Israel karena karya penyelamatan-Nya yang telah membawa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian, Kanaan. Dengan tangan Allah sendiri la telah membawa Israel menjadi bangsa yang merdeka dari perbudakan.
Jika demikian, maka umat Tuhan Israel memahami Allah dan karya keselamatan-Nya tidak abstrak melainkan konkret. Allah sendiri adalah pelaku sejarah keselamatan itu. Israel adalah subjek serentak objek wujud karya keselamatan Allah. Di sinilah panggilan umat Israel mengisi keselamatan itu menjadi tugas pengutusan yang tidaklah mudah. Mengapa? Karena yang namanya keselamatan bukan sekadar mengalami anugerah Allah, tetapi bagaimana menghidupi keselamatan itu melalui cara hidup yang benar. Mari menggumuli hal itu.
Doa : (Kami percaya akan keselamatan-Mu dalam hidup yang benar). Amin
Editor : Alfianne Lumantow