Keluaran 6:27-29
ORANG KRISTEN HARUS OPTIMIS MEMBANGUN HIDUP
"Bukankah aku ini seorang yang tidak fasih berbicara, bagaimana mungkin Firaun akan mendengarkan aku?" (ay.29).
Jika kita memiliki keterbatasan, maka yang dibutuhkan adalah cara yang tepat dan sesuai dengan kemampuan. Musa merasa diri kecil di hadapan Firaun yang berkuasa. Sepintas alasan untuk menolak pengutusan Tuhan masuk akal. Musa memang memiliki kendala tidak fasih berbicara, tetapi kita tahu juga bahwa pilihan Tuhan tidak pernah salah. Dia dipilih memang dengan keterbatasannya dan nantinya akan didampingi Harun, abangnya.
Jika kita ter1alu ragu, kita bisa jatuh dalam jurang putus asa. Bagi penjajah itulah yang diharapkan, tetapi bagi orang percaya hendaknya tetap optimis dan berkata "kita bisa, jika Tuhan menghendaki". Kemungkinan untuk menang atas berbagai kesulitan tetaplah terbuka. Kesaksian tentang Daud yang mengalahkan Goliat adalah salah satu contoh. Semangat juang yang rendah, pasif dan hanya bertahan pada pendiriannya sendiri haruslah diatasi bersama. Marilah kita mulai mendidik anak dengan memberikan motivasi yang kuat, memberi pencerahan kepada anggota keluarga untuk mengelola ekonomi dan menggapai kesejahteraan sebagaimana tujuan berbangsa dan bernegara yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Berilah penghargaan ketika berhasil mengatasi suatu masalah dan dampingilah dengan penuh kasih ketika mengalami kegagalan, sehingga mereka akan tumbuh percaya dirinya.
Sebagai bangsa yang religius, maka bagi anak bangsa ini janganlah frustasi atau merasa kecil, tetapi carilah cara atau peluang untuk meraih kesuksesan. Sebagai gereja, marilah kita meyakinkan bahwa masa depan ada. Kita dapat meneladani orang Kristen di Jepang, semangatnya kuat walaupun jumlahnya hanya 1 %. Di Jepang, ada beberapa orang Kristen berhasil menduduki pimpinan tertinggi untuk berkarya bagi bangsanya, salah satunya Yukio Hatoyama, perdana menteri ke-60. Dengan percaya pada kuasa Tuhan, mari atasi berbagai kendala.
Doa : (Ya Tuhan, kami akan selalu optimis dan melangkah maju bersama mewujudkan kehidupan yang merdeka). Amin
Editor : Alfianne Lumantow