1 Korintus 10:14-17
JAMUAN KUDUS TUHAN
"Karena roti itu satu, kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, sebab kita semua mendapat bagian dalam satu roti itu." (ay.17 TB 2)
Saat kita akan menyantap makanan, kita perlu mencuci tangan agar makanan yang kita makan tidak tercemar dengan virus atau bakteri yang dapat merugikan tubuh kita. Makanan yang tidak tercemar tersebut akan menyehatkan tubuh kita.
Paulus membandingkan perjamuan kudus dengan perjamuan yang dilakukan penyembah berhala. Perjamuan penyembah berhala dapat mencemarkan keimanan jemaat, namun perjamuan kudus yang dilakukan orang percaya akan menyehatkan rohanl jemaat. Saal makan roti, yang adalah lambang tubuh Kristus, dan saat minum anggur, yang adalah lambang darah Kristus, dilakukan hendak menyatakan bahwa hidup jemaat selalu bersatu dengan Kristus. Kehidupan seperti Kristus akan jemaat alami yaitu kehidupan yang disertai Tuhan, kematian bukan akhir kehidupan karena akan ada kebangkitan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Perjamuan kudus yang dilakukan bukan hanya menyatukan jemaat dengan Tuhan tetapi juga menyatukan kehidupan antar jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Oleh karena itu, mereka yang mengikuti perjamuan kudus harus bersih. Bersih dari unsur penyembahan berhala dan bersih untuk tidak sombong rohani terhadap saudara seimannya.
Saat ini kita juga selalu diundang untuk hadir dalam perjamuan kudus, Perjamuan kudus bukan sakadar rutinitas yang wajib dilakukan kita tanpa makna. Perjamuan kudus yang dilakukan warga GPIB sebanyak empat kali dalam satu tahun program, hendak mengajar kita untuk mengingatkan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Saat kita merasakan roti dan anggur, maka kita merasakan juga cinta. kasih Tuhan dalam hidup kita. Kita merasakan bahwa Tuhan selalu bersatu dalam kehidupan kita. Kita juga merasakan indahnya persekutuan yang saling mengasihi saat duduk bersama dalam meja perjamuan. Kelak kita pun akan merasakan jamuan kudus Tuhan dalam kehidupan surgawi.
Doa : (Terima kasih Tuhan atas pengorbanan-Mu yang membawa kami selalu menikmati cinta kasih·Mu kini dan nanti). Amin
Editor : Alfianne Lumantow