Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 21 Maret 2025, Yesaya 5:1-2 Buah Yang Tuhan Harapkan.

Alfianne Lumantow • 2025-03-21 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yesaya 5:1-2

BUAH YANG TUHAN HARAPKAN

''Kekasihku mempunyai kebun anggu di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batuinya, Ia menanami dengan pokok  anggur  pilihan."  (ay.  1b-2a)

Dari dulu hingga sekarang orang biasa menggunakan bahasa kiasan  untuk menyampaikan dan menyatakan sesuatu hal. Entah sesuatu hal itu dari dirinya sendiri atau orang lain.  Apalagl dalam dunia  asmara muda-mudi. Orang biasa memakai bahasa klasan untuk menyatakan  rindunya  atau kekasih hatinya, misalkan  hatlku terbakar oleh panasnya cintamu atau kekasihku bagaikan singa  yang gagah menjagaku. Bahasa  kiasan juga dipakai oleh nabi Yesaya  untuk menyatakan  relasi antara  Allah dengan umat-Nya, bangsa Yehuda.

Yesaya menyebut Tuhan sebagai kekasih umat-Nya yang memiliki  kebun anggur yang sangat indah (ay. 1 c-d), Sedangkan umat-Nya,  bangsa Yehuda diibaratkan kebun anggur yang sangat indah.   Kebun anggur itu berada di  tengah bukit yang subur, ditanami  dengan  pokok anggur terpilih:  Dirawat dan dijaga secara meyakinkan lengkap dengan tempat pemerasan anggur merah dan manis untuk hasil panen yang menggembirakan.   Tentulah sang pemilik mengharapkan  hasil anggur  yang manis dan enak.  Akan tetapi,  ternyata yang  dihasilkan   kebun anggur itu  adalah buah anggur yang asam (ay. 2f).

Tentu Tuhan sudah menjaga, memelihara, memulihkan kesehatan dan kekuatan kita untuk siap berkarya di hari ini. Bisa jadi di hari kemarin banyak hal  yang telah kita peroleh dan selesaikan  dan membuat kita bersukacita.  Atau ada masalah  baru yang muncul, sehingga  kita mesti menyelesaikannya  di hari ini. Walaupun demikian, firman Tuhan menegur kita bahwa Allah yang begitu baik memperhatikan dan memelihara kita adalah Tuhan yang juga mengharapkan kita menghasilkan  buah yang baik dan manis kini  dan saat  ini. Bukan buah yang buruk dan busuk yang merugikan  Allah, sesama  dan ciptaan lainnya.  Mari kita hasilkan buah kehidupan seperti yang Tuhan harapkan.

 

Doa  : (Tuhan Yesus, hamba menyerahkan  aktivitas hamba di hari ini ke dalam tangan kuasa-Mu agar hamba dapat menghasilkan buah yang menyenangkan hati-Mu). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT