Yesaya 5:3-4
PANEN YANG TIDAK DIHARAPKAN
"Aku menantikan dia menghasilkan buah anggur, mengapa yang dihasilkan hanya buah anggur yang asam?" (ay. 4b)
Pada pagi hari tadi renungan firman Tuhan memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan Allah kecewa atas buah yang dihasilkan oleh kebun anggur-Nya. Padahal bibitnya terpilih, pemeliharaannya sangat baik, apa yang salah? Rupanya tidak menjadi jaminan bagi kita bahwa kebun anggur dengan bibit terpilih dan pemeliharaan yang begitu baik akan menghasilkan buah yang baik atau buah seperti yang diharapkan. Begitulah hidup dan kehidupan orang percaya. Karena itu, pemilik kebun anggur mengungkapkan rasa kecewaannya, "mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam."
Pada ayat 3-4 bacaan kita menjelaskan bahwa Tuhan menyapa penduduk Yerusalem dan orang Yehuda, agar mereka menjadi saksi hidup mengenai tindakan yang akan diambil oleh TUHAN, sang pemilik kebun anggur. Hati nurani mereka diketuk agar bisa membenarkan apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh TUHAN terhadap kebun anggur-Nya. Pertanyaan retoris diajukan oleh mereka yang mendengar kekecewaan pemilik kebun anggur terhadap hasil kebunnya itu (ay. 4).
Tuhan selalu menginginkan "buah" terbaik dari orang percaya yang telah dipelihara dan diberkati-Nya (bdk. Mat. 7:29-23). Dalam Markus 11 :12-14, dijelaskan bahwa sekalipun ibadah-ibadah Israel begitu marak dan diikuti banyak orang, akan tetapi buah dari ibadah-ibadah itu, yaitu perbuatan-perbuatan yang Tuhan kehendaki tidak terwujud dalam kehidupan, maka Allah akan murka (dikutuklah pohon ara itu). Begitu juga yang Allah kehendaki dengan kebun anggur-Nya pada masa kini (gereja). Hendaknya warga gereja juga sadar bahwa kita jangan hanya giat beribadah dan bekerja, tetapi tidak mau mewujudkan kehendak-Nya di dalam ibadah, bekerja dan kehidupan ini. Allah yang telah kecewa pada bangsa Yehuda di masa lalu, dapat saja menghukum kita.
Doa : (Tuhan, ampuni kami yang tidak taat dan setia kepada-Mu, sehingga bukan "buah" yang baik dan benar kami hasilkan di hari ini, tetapi "buah" yang busuk dan tidak berkenan kepada-Mu). Amin
Editor : Alfianne Lumantow